Sun. Aug 2nd, 2026
Bhatura

JAKARTA, odishanewsinsight.com – Tidak semua roti dibuat dengan cara dipanggang. Di India Utara, terdapat satu jenis roti yang justru memperoleh karakter khasnya melalui proses penggorengan. Hidangan tersebut dikenal sebagai Bhatura, roti berbahan tepung terigu yang digoreng hingga mengembang membentuk kantong berongga dengan permukaan berwarna keemasan. Saat baru diangkat dari minyak panas, Bhatura menghadirkan aroma gandum yang harum, bagian luar yang sedikit renyah, serta bagian dalam yang tetap lembut.

PopularitasBhatura tidak lepas dari kebiasaannya disajikan bersama chole, kari kacang arab berbumbu yang kaya rempah. Kombinasi keduanya menjadi salah satu menu sarapan paling terkenal di India, khususnya di wilayah Punjab, Delhi, hingga Haryana. Perpaduan kuah kari yang kental dengan roti yang empuk menciptakan pengalaman makan yang mengenyangkan sekaligus memuaskan.

Meskipun kini banyak ditemukan di restoran India di berbagai negara, Bhatura tetap mempertahankan ciri khasnya sebagai makanan rumahan yang sederhana. Rahasia kelezatannya bukan berasal dari bahan yang rumit, melainkan dari adonan yang difermentasi dengan baik serta teknik menggoreng yang tepat.

Awal Perkembangan Bhatura dalam Kuliner India

Bhatura

Bhatura dipercaya berkembang di wilayah Punjab sebelum akhirnya menyebar ke berbagai daerah di India Utara. Hidangan ini mulai dikenal luas ketika masyarakat mencari jenis roti yang lebih mengenyangkan dibandingkan chapati atau phulka.

Proses fermentasi pada adonan menjadi pembeda utama. Berbeda dengan roti pipih biasa yang langsung dimasak, adonan Bhatura didiamkan terlebih dahulu agar menghasilkan tekstur yang lebih ringan dan mengembang saat digoreng.

Seiring waktu, Bhatura tidak hanya disajikan bersama chole. Banyak keluarga mulai menikmatinya dengan kari ayam, kari daging, yogurt, hingga acar tradisional sehingga penggunaannya menjadi semakin beragam.

Fermentasi Menentukan Tekstur yang Lembut

Keberhasilan membuat Bhatura sangat dipengaruhi oleh proses fermentasi.

Setelah seluruh bahan tercampur, adonan perlu didiamkan selama beberapa jam agar ragi atau bahan pengembang bekerja secara optimal. Selama proses tersebut, adonan menjadi lebih elastis sekaligus membentuk gelembung udara yang nantinya menghasilkan rongga besar ketika digoreng.

Fermentasi yang terlalu singkat sering kali membuat Bhatura kurang mengembang, sedangkan fermentasi berlebihan dapat menghasilkan aroma yang terlalu kuat.

Mengapa Bhatura Bisa Mengembang Besar?

Banyak orang mengira proses mengembang hanya dipengaruhi oleh ragi. Padahal, teknik menggoreng juga memiliki peranan yang sama pentingnya.

Adonan yang telah digilas tipis dimasukkan ke dalam minyak panas. Saat terkena suhu tinggi, uap air di dalam adonan mendorong permukaannya hingga membentuk kantong berisi udara. Apabila suhu minyak stabil, Bhatura akan mengembang sempurna hanya dalam hitungan detik.

Karena itu, pengaturan suhu menjadi salah satu tahap yang paling diperhatikan oleh para pembuat Bhatura.

Komposisi Bahan yang Membentuk Karakter Bhatura

Walaupun resepnya tidak panjang, setiap bahan mempunyai fungsi yang saling melengkapi.

Tepung Terigu

Tepung protein sedang hingga tinggi menghasilkan struktur adonan yang cukup kuat sehingga mampu mengembang ketika digoreng.

Yogurt

Yogurt membantu mempercepat proses fermentasi sekaligus memberikan tekstur yang lebih lembut.

Baking Powder

Bahan ini mendukung proses pengembangan sehingga Bhatura lebih ringan dan berongga.

Minyak

Sedikit minyak pada adonan membantu menjaga kelembapan sekaligus membuat hasil akhirnya lebih empuk.

Bahan Membuat Bhatura

Berikut bahan yang umum digunakan.

Bahan utama:

  • 500 gram tepung terigu.
  • 150 ml yogurt tawar.
  • 1 sendok teh baking powder.
  • ½ sendok teh baking soda.
  • 1 sendok makan gula.
  • 1 sendok teh garam.
  • 2 sendok makan minyak.
  • Air hangat secukupnya.

Bahan pelengkap:

  • Minyak goreng untuk menggoreng.
  • Daun ketumbar cincang.
  • Irisan bawang merah.
  • Acar India.

Cara Membuat Bhatura

Ikuti langkah berikut agar hasilnya mengembang sempurna.

  1. Campurkan tepung, baking powder, baking soda, gula, dan garam.
  2. Tambahkan yogurt serta minyak.
  3. Tuangkan air sedikit demi sedikit sambil diuleni.
  4. Uleni hingga adonan terasa halus dan elastis.
  5. Tutup adonan lalu diamkan selama 3–4 jam.
  6. Bagi adonan menjadi beberapa bagian.
  7. Bulatkan lalu diamkan sekitar 10 menit.
  8. Gilas hingga berbentuk bulat dengan ketebalan sedang.
  9. Panaskan minyak dalam jumlah banyak.
  10. Goreng satu lembar adonan sambil sedikit ditekan menggunakan sutil.
  11. Balik setelah mengembang dan berwarna keemasan.
  12. Tiriskan sebelum disajikan.

Chole Menjadi Pasangan yang Paling Ikonik

Sulit membahas Bhatura tanpa menyebut Chole Bhature, kombinasi yang telah menjadi ikon kuliner India.

Chole dibuat dari kacang arab yang dimasak bersama tomat, bawang, bawang putih, jahe, dan berbagai rempah seperti jintan, ketumbar, garam masala, serta bubuk cabai. Kuahnya yang kental sangat cocok disantap bersama Bhatura yang mampu menyerap bumbu tanpa kehilangan teksturnya.

Di banyak restoran India, menu ini hampir selalu disajikan lengkap dengan acar bawang merah, cabai hijau, dan irisan lemon.

Variasi Bhatura yang Mulai Berkembang

Selain versi klasik, beberapa daerah menghadirkan inovasi sesuai selera lokal.

Beberapa variasi yang cukup populer antara lain:

  • Bhatura isi paneer.
  • Bhaturakentang.
  • Bhatura menggunakan gandum utuh.
  • Bhatura dengan daun fenugreek.
  • Bhaturakeju.
  • Bhaturapedas.
  • Bhatura mini untuk camilan.

Meskipun memiliki tambahan bahan, tekstur mengembang tetap menjadi identitas utamanya.

Hidangan Pendamping Selain Chole

Bhatura juga cocok dipadukan dengan berbagai masakan India lainnya.

Pilihan yang cukup sering disajikan meliputi:

  • Kari ayam.
  • Kari kambing.
  • Paneer butter masala.
  • Dal makhani.
  • Raita yogurt.
  • Acar mangga India.
  • Chutney mint.

Kombinasi tersebut membuat Bhatura semakin fleksibel sebagai menu utama maupun hidangan bersama.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Membuat Bhatura

Beberapa hal berikut dapat memengaruhi hasil akhir.

  • Adonan belum cukup difermentasi.
  • Minyak belum benar-benar panas.
  • Adonan digilas terlalu tipis.
  • Menggoreng terlalu lama hingga keras.
  • Menggunakan terlalu banyak tepung saat menggilas.

Menghindari kesalahan tersebut membantu menghasilkan Bhatura yang tetap lembut setelah matang.

Tips agar Bhatura Mengembang Sempurna

Untuk memperoleh hasil terbaik, beberapa langkah berikut layak diterapkan.

  • Gunakan yogurt segar.
  • Uleni hingga adonan benar-benar elastis.
  • Beri waktu fermentasi yang cukup.
  • Gilas dengan ketebalan yang merata.
  • Pastikan minyak dalam kondisi panas stabil.
  • Sajikan segera setelah selesai digoreng.

Kandungan Gizi dalam Bhatura

Sebagai roti berbahan dasar tepung terigu, Bhatura mengandung beberapa nutrisi penting.

Beberapa kandungan yang umum terdapat di dalamnya meliputi:

  • Karbohidrat.
  • Protein.
  • Lemak.
  • Kalsium.
  • Zat besi.
  • Vitamin B kompleks.

Apabila dipadukan dengan chole atau kari berbahan kacang-kacangan, nilai gizinya menjadi lebih lengkap karena memperoleh tambahan protein nabati dan serat.

Penutup

Bhatura menjadi salah satu bukti bahwa teknik memasak sederhana mampu menghasilkan hidangan yang kaya karakter. Tekstur yang mengembang, bagian dalam yang lembut, serta cita rasa gurih menjadikannya pasangan ideal bagi berbagai kari khas India, terutama chole yang legendaris. Dari warung kaki lima hingga restoran tradisional, Bhatura terus mempertahankan posisinya sebagai salah satu roti paling ikonik dalam khazanah kuliner India dan tetap digemari oleh pencinta makanan dari berbagai negara.

Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Food

Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti: Hobakjuk: Bubur Labu Khas Korea yang Menghadirkan Kehangatan dalam Setiap Suapan

Author

By siti