JAKARTA, odishanewsinsight.com – Di balik bentuk simpul ikoniknya yang menyerupai pelukan tangan, pretzel menyimpan sejarah panjang dan rasa yang khas. Bagi sebagian orang, camilan ini hanyalah sepotong roti asin. Tapi bagi pecintanya, pretzel adalah representasi dari tradisi, tekstur, dan rasa yang sulit dilupakan.
Asal-usul pretzel dipercaya bermula dari biara-biara Eropa pada abad pertengahan. Kala itu, para biarawan memanggang roti berbentuk simpul sebagai hadiah untuk anak-anak yang berhasil menghafal doa. Bentuknya yang menyerupai tangan bersedekap dianggap simbol religius.
Kini, pretzel tak lagi terbatas di gereja atau dapur biara. Ia telah menjelma menjadi camilan jalanan, makanan festival, hingga menu utama di gerai roti artisan modern.
Bahan-Bahan yang Membentuk Karakter Pretzel

Bahan dasar pretzel sangat sederhana, namun cara mengolahnya adalah kunci. Berikut bahan utama dalam adonan pretzel klasik:
-
Tepung terigu protein tinggi: Membentuk gluten yang kuat untuk tekstur kenyal.
-
Air hangat dan ragi: Menghasilkan adonan yang mengembang sempurna.
-
Gula dan garam: Memberi keseimbangan rasa dasar.
-
Butter (opsional): Memberi kelembutan dan rasa gurih halus.
-
Larutan baking soda atau lye: Merendam adonan sebelum dipanggang untuk menghasilkan kulit kecokelatan khas dan rasa yang unik.
Penggunaan larutan lye (natrium hidroksida) sebenarnya sudah menjadi standar dalam pretzel otentik Jerman. Tapi demi keamanan, banyak pembuat roti rumahan beralih ke larutan baking soda yang lebih aman namun tetap memberi hasil mirip.
Cara Membuat Pretzel dengan Teknik Tradisional
Proses membuat pretzel cukup menantang namun menyenangkan. Di balik kerumitan simpulnya, ada seni dan teknik yang bisa dipelajari siapa saja.
Langkah-langkah dasar membuat pretzel:
-
Campurkan bahan dan uleni adonan hingga kalis dan elastis.
-
Istirahatkan adonan selama 1 jam, tutup dengan kain lembap hingga mengembang dua kali lipat.
-
Bagi adonan dan bentuk tali panjang, lalu simpulkan menjadi bentuk pretzel ikonik.
-
Rendam dalam larutan baking soda panas selama 30 detik, satu per satu.
-
Taburkan garam kasar di atas permukaan, jika diinginkan.
-
Panggang dalam oven bersuhu tinggi (220–230°C) selama 12–15 menit hingga berwarna cokelat keemasan.
Saat dipanggang, kulit pretzel akan membentuk lapisan mengkilap dan sedikit renyah, sedangkan bagian dalamnya tetap kenyal dan lembut. Perpaduan tekstur ini yang membuat pretzel berbeda dari roti biasa.
Cita Rasa yang Kompleks dalam Kesederhanaan
Satu gigitan pada pretzel membawa kombinasi rasa gurih, sedikit manis, dan aroma panggangan yang khas. Tekstur permukaannya renyah ringan, namun bagian dalamnya kenyal dan lembut.
Pretzel bisa disajikan dalam berbagai varian rasa:
-
Plainpretzel: Rasa otentik dengan garam di atasnya, cocok disantap hangat dengan mustard.
-
Pretzelkeju: Diisi atau disiram saus keju cheddar.
-
Pretzelmanis: Dibalur gula kayu manis atau diberi isian cokelat.
-
Pretzelisi daging: Varian modern dengan isian ham, sosis, atau bacon.
DiJerman, pretzel disajikan bersama sup hangat atau bir dingin. Di Amerika, ia jadi camilan bioskop atau sajian festival. Di Indonesia? Kini mulai muncul sebagai menu bakery artisan atau frozen snack siap panggang.
Insight Budaya dan PerjalananPretzel di Dunia
Pretzel bukan cuma soal rasa, tapi juga budaya. DiJerman, “Brezel” adalah makanan nasional yang sering disajikan saat Oktoberfest. Di Pennsylvania, Amerika Serikat, bahkan ada “National Pretzel Day” yang dirayakan setiap 26 April.
Di kawasan Alsace dan Bavaria, pretzelbahkan dianggap simbol keberuntungan. Sebuah kisah rakyat menyebutkan bahwa menggantungpretzel di pintu saat Tahun Baru akan membawa rezeki dan perlindungan dari roh jahat.
Penyebaranpretzel ke seluruh dunia dipicu oleh imigrasi. Para pemanggang roti asal Eropa membawa resep dan tradisi mereka ke Amerika, lalu menjamur lewat industri makanan ringan.
Kini, merek besar seperti Auntie Anne’s, Wetzel’sPretzels, hingga bakery lokal di Jakarta pun menyajikan versi modernpretzel dengan ragam rasa dan tampilan kekinian.
Sensasi Menyantap Pretzel: Antara Nostalgia dan Gaya Hidup
Pretzel berhasil menyeimbangkan dua dunia: nostalgia akan roti klasik dan lifestyle modern. Ia bisa jadi teman minum kopi di sore hari, camilan sore setelah gym, atau bahkan menu sarapan grab-and-go yang mengenyangkan.
Tingginya minat masyarakat terhadap makanan dengan cita rasa autentik turut mendorong kebangkitanpretzel. Terlebih di kalangan Gen Z dan Milenial yang mencari camilan “baru tapi familiar”, pretzelmenjawab selera tersebut dengan sempurna.
Tidak heran jika bakery di kota-kota besar kini berlomba menghadirkanpretzel sebagai signature item mereka.
Tips Menyimpan dan MenyajikanPretzel agar Tetap Nikmat
Pretzel sebaiknya disantap saat hangat. Namun jika kamu ingin menyimpannya, ada beberapa trik agar teksturnya tetap terjaga:
-
Simpan di wadah tertutup, suhu ruang maksimal 2 hari.
-
Jangan simpan di kulkas, karena membuatnya cepat kering.
-
Bekukanpretzel mentah setelah dibentuk, lalu panggang langsung saat ingin disantap.
-
Panaskan kembali dengan oven atau air fryer, bukan microwave.
Pretzel yang disimpan dengan baik bisa tetap enak tanpa kehilangan tekstur khasnya.
Kesimpulan: Pretzel, Lebih dari Sekadar Roti Simpul
Pretzel bukan sekadar camilan berbentuk lucu. Ia adalah representasi dari sejarah kuliner, teknik memanggang yang kompleks, dan cita rasa yang terus berkembang mengikuti zaman. Dari dapur biara abad pertengahan hingga bakery modern di kota besar, pretzelterus bertahan dan berevolusi.
Apakah kamu timpretzel gurih klasik ataupretzel cokelat manis kekinian? Tak ada jawaban benar atau salah. Yang pasti, sekali mencicip, rasa dan aromanya akan sulit dilupakan.
Baca juga konten dengan artikel terkait tentang: Food
Baca juga artikel lainnya: Feijoada hidangan Brasil autentik dengan cita rasa kaya
