JAKARTA, odishanewsinsight.com — Kalau kamu pernah nonton drama Korea atau sekadar scrolling video street food di media sosial, pasti pernah lihat potongan cumi yang dipanggang di atas bara api, mengeluarkan aroma yang seolah bisa menembus layar. Nah, itulah Ojingeo Gui. Hidangan ini bukan sekadar makanan, tapi pengalaman rasa yang langsung menempel di ingatan sejak gigitan pertama.
Ojingeo sendiri berarti cumi dalam bahasa Korea, sementara Gui berarti panggang. Kombinasi sederhana ini ternyata menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Biasanya cumi dibumbui dengan saus khas berbasis gochujang, yaitu pasta cabai fermentasi yang punya rasa pedas, manis, dan sedikit smoky.
Yang bikin menarik, Ojingeo Gui sering dijual di pinggir jalan, terutama di area ramai seperti pasar malam atau dekat tempat wisata. Suasananya hangat, penuh suara obrolan, dan aroma makanan yang saling bersahutan. Makan Ojingeo Gui di tempat seperti itu terasa lebih hidup dibanding di restoran mewah.
Tidak heran kalau makanan ini jadi favorit banyak orang, baik warga lokal maupun turis. Rasanya familiar tapi juga unik, seperti kombinasi antara barbeque dan saus khas Asia yang kaya rempah.
Rasa Pedas Manis yang Jadi Bintang Utama di Setiap Gigitan
Hal paling mencolok dari Ojingeo Gui adalah rasanya. Bayangkan perpaduan pedas dari cabai, manis dari gula atau madu, dan gurih dari kecap serta minyak wijen. Semua itu menyatu dengan tekstur cumi yang kenyal tapi tetap lembut.
Saus yang digunakan biasanya terdiri dari gochujang, bawang putih, gula, kecap asin, dan sedikit minyak wijen. Ketika dipanggang, saus ini akan mengaramel di permukaan cumi, menciptakan lapisan rasa yang sedikit crispy di luar namun juicy di dalam.
Setiap gigitan seperti punya cerita sendiri. Awalnya kamu akan merasakan manis, lalu perlahan pedasnya muncul, dan akhirnya ditutup dengan rasa gurih yang lingering di lidah. Sensasi ini yang membuat banyak orang tidak bisa berhenti makan.
Menariknya, tingkat kepedasan bisa disesuaikan. Ada yang lebih ringan untuk pemula, ada juga versi super pedas untuk mereka yang suka tantangan. Jadi, Ojingeo Gui bisa dinikmati oleh berbagai kalangan.
Cara Membuat Ojingeo Gui di Rumah Tanpa Ribet
Kabar baiknya, kamu tidak perlu jauh-jauh ke Korea untuk menikmati Ojingeo Gui. Dengan bahan yang cukup sederhana, kamu bisa membuatnya sendiri di rumah.
Pertama, siapkan cumi segar. Bersihkan dengan baik, buang bagian dalamnya, lalu potong sesuai selera. Beberapa orang suka memotongnya menjadi lembaran lebar, sementara yang lain lebih suka potongan kecil agar lebih mudah dimakan.
Untuk sausnya, campurkan gochujang, bawang putih cincang, kecap asin, gula, dan sedikit minyak wijen. Aduk hingga merata, lalu balurkan ke seluruh bagian cumi. Diamkan sekitar 20–30 menit agar bumbu meresap.

Setelah itu, panggang cumi di atas grill atau teflon. Pastikan api tidak terlalu besar agar tidak gosong. Balik secara berkala hingga matang sempurna dan sedikit caramelized di bagian luar.
Kalau mau lebih autentik, kamu bisa memanggangnya di atas arang. Aroma smoky dari arang akan menambah kedalaman rasa yang sulit ditiru dengan alat masak biasa.
Rahasia Kenikmatan Ojingeo Gui yang Jarang Diketahui
Ada beberapa hal kecil yang ternyata sangat berpengaruh pada rasa akhir Ojingeo Gui. Salah satunya adalah kualitas cumi. Cumi yang segar akan menghasilkan tekstur yang lebih juicy dan tidak amis.
Selain itu, waktu memasak juga penting. Terlalu lama memanggang bisa membuat cumi menjadi keras dan alot. Sebaliknya, jika terlalu cepat, bumbu belum sempat meresap dengan sempurna.
Penggunaan minyak wijen juga tidak boleh berlebihan. Sedikit saja sudah cukup untuk memberikan aroma khas yang menggoda. Kalau terlalu banyak, justru bisa membuat rasa menjadi berat.
Terakhir, jangan lupa taburan biji wijen atau irisan daun bawang di atasnya. Meski terlihat sederhana, sentuhan ini memberikan dimensi rasa tambahan yang membuat hidangan semakin menarik.
Lebih dari Sekadar Makanan, Ini Pengalaman Kuliner yang Berkesan
Ojingeo Gui bukan hanya soal rasa, tapi juga tentang suasana. Makan hidangan ini seringkali dikaitkan dengan momen santai bersama teman atau keluarga. Di Korea, makanan ini sering dijadikan camilan saat minum atau berkumpul di malam hari.
Ada sesuatu yang spesial ketika kamu memegang tusuk cumi panggang, meniupnya sedikit karena masih panas, lalu menikmati setiap gigitan sambil berbincang santai. Rasanya sederhana, tapi justru di situlah letak keindahannya.
Bahkan di luar Korea, Ojingeo Gui mulai populer di berbagai negara. Banyak restoran Korea yang memasukkan menu ini karena permintaannya terus meningkat. Ini membuktikan bahwa rasa yang autentik bisa melintasi batas budaya.
Penutup
Kalau kamu mencari hidangan yang berbeda dari biasanya, Ojingeo Gui adalah pilihan hokijitu yang tepat. Rasanya kaya, proses pembuatannya tidak terlalu rumit, dan pengalaman menikmatinya terasa spesial.
Dengan kombinasi rasa pedas, manis, dan gurih, serta tekstur cumi yang unik, makanan ini berhasil menciptakan harmoni yang sulit dilupakan. Ditambah lagi, kamu bisa menyesuaikan resep sesuai selera pribadi.
Jadi, apakah kamu akan mencoba membuatnya sendiri di rumah atau mencarinya di restoran Korea terdekat, satu hal yang pasti: Ojingeo Gui punya cara tersendiri untuk membuatmu jatuh cinta pada gigitan pertama.
Baca juga konten dengan artikel terkait yang membahas tentang food
Simak ulasan mendalam lainnya tentang Chamchi Kimbap - Gulungan Rasa Laut dalam Balutan Tradisi Korea
