Mon. Jun 29th, 2026
Melon Pan

JAKARTA, odishanewsinsight.com – Ini adalah hal pertama yang perlu diketahui tentang melon pan: roti ini hampir tidak pernah mengandung melon, tidak berbau melon, dan tidak berasa melon. Selanjutnya, namanya berasal dari pola permukaan rotinya — garis-garis kotak menyilang. Yang tercetak di atas kulit kue kering yang melapisi roti — yang sangat menyerupai kulit melon musim panas yang berwarna hijau kekuningan. Kemudian, itu saja. Nama dari visual, bukan dari bahan.

Namun di luar fakta yang mungkin mengecewakan bagi sebagian orang itu, melon pan adalah salah satu roti paling dicintai di Jepang. Pertama, teksturnya sangat kontras dan sangat memuaskan: lapisan luar yang sangat renyah. Dan sedikit manis dari cookie crust yang tipis, berpadu dengan roti yang sangat lembut, sangat fluffy, dan sangat ringan di bawahnya. Kedua, kontras tekstur antara renyah di luar dan lembut di dalam itulah. Yang membuat melonpan menjadi pengalaman makan yang sangat khas dan sangat tidak bisa digantikan oleh roti manis jenis lainnya.

Asal Usul Melon Pan di Jepang

Melon Pan

Melon pan memiliki sejarah yang cukup panjang dalam budaya roti Jepang. Pertama, roti manis dengan lapisan kue kering di luar sudah ada di Jepang sejak awal abad ke-20 dan berkembang bersama tradisi yōgashi atau kue-kue bergaya Barat yang diadaptasi oleh tukang roti Jepang. Kedua, nama “melonpan” mulai digunakan secara luas sekitar tahun 1970-an dan 1980-an. Pola kotak-kotak di permukaannya menjadi sangat standar dan sangat identik dengan jenis roti ini.

Selanjutnya, di Osaka terdapat variasi melon pan yang disebut sanrisk atau melonpan bulat. Yang lebih besar dan lebih tebal dari versi standar. Kemudian, di berbagai kota besar Jepang, toko roti yang mengkhususkan diri pada melonpan segar yang baru dipanggang selalu memiliki antrian panjang. Melonpan yang baru keluar dari oven dalam kondisi kulit masih renyah dan roti masih hangat adalah pengalaman yang sangat berbeda dari melonpan yang sudah dingin.

Melon Pan dalam Budaya Populer Jepang

Melon pan bukan sekadar roti di Jepang. Pertama, ia hadir dalam banyak anime, manga, dan film Jepang sebagai referensi budaya. Yang sangat akrab dan sangat sering dikaitkan dengan karakter remaja yang makan melon pan sambil berjalan ke sekolah. Kedua, melonpan terasa seperti ikon masa kecil bagi banyak generasi Jepang. Yang tumbuh membeli roti ini di toko roti sekolah atau bakery dekat rumah.

Bahan-Bahan Melon Pan

Bahan Adonan Roti Melon Pan

  • 250 gram tepung terigu protein tinggi untuk roti
  • 5 gram ragi instan
  • 40 gram gula pasir
  • 1 sendok teh garam
  • 1 butir telur ukuran besar
  • 120 ml susu hangat
  • 30 gram mentega tawar suhu ruang

Bahan Cookie Crust Melon Pan

  • 100 gram tepung terigu serbaguna
  • 60 gram gula pasir, tambah ekstra untuk taburan
  • 50 gram mentega tawar suhu ruang
  • 1 butir telur ukuran kecil
  • Setengah sendok teh baking powder
  • Sedikit vanilla extract

Cara Membuat Melon Pan

Membuat Adonan Roti

  1. Campurkan tepung terigu, ragi, gula, dan garam dalam mangkuk besar. Selanjutnya, buat lubang di tengah dan masukkan telur dan susu hangat. Aduk hingga adonan mulai menyatu. Kemudian, uleni di atas meja selama lima menit lalu tambahkan mentega dan lanjutkan menguleni selama delapan hingga sepuluh menit hingga adonan sangat halus, sangat elastis, dan tidak lengket. Selain itu, uji adonan dengan metode windowpane: tarik adonan tipis-tipis dan jika tidak langsung robek melainkan membentuk lapisan transparan tipis, adonan sudah siap.
  2. Bulatkan adonan dan letakkan dalam mangkuk yang diolesi minyak tipis. Selanjutnya, tutup dengan plastik wrap dan istirahatkan di tempat hangat selama satu jam hingga mengembang dua kali lipat. Kemudian, kempiskan adonan dan bagi menjadi delapan bagian sama besar, bulatkan masing-masing dan istirahatkan lagi 15 menit.

Membuat Cookie Crust

  1. Kocok mentega dan gula menggunakan mixer atau spatula hingga sangat pucat dan sangat ringan. Selanjutnya, masukkan telur dan vanilla, kocok rata. Kemudian, masukkan tepung dan baking powder, aduk dengan spatula hingga membentuk adonan yang bisa dipijit. Selain itu, jika adonan cookie crust terlalu lembek, simpan di kulkas 15 menit sebelum digunakan agar lebih mudah dibentuk dan diratakan.
  2. Bagi adonan cookie crust menjadi delapan bagian sesuai jumlah bola roti. Selanjutnya, pipihkan setiap bagian di antara dua lembar plastik wrap menjadi lingkaran berdiameter sekitar 10 sentimeter. Kemudian, gulingkan bola roti dalam gula pasir halus lalu letakkan di tengah lingkaran cookie crust dan bungkus roti dengan cookie crust dari bawah ke samping, sisakan bagian atas roti sedikit terbuka.

Mencetak Pola dan Memanggang

  1. Gunakan pisau tumpul atau punggung pisau untuk membuat garis-garis kotak menyilang di permukaan cookie crust dengan tekanan ringan — cukup dalam untuk membentuk pola tapi tidak sampai memotong cookie crust. Selanjutnya, ini adalah langkah yang paling menentukan tampilan visual melon pan yang ikonik. Kemudian, taburi gula pasir halus di atas permukaan cookie crust yang sudah diberi pola.
  2. Susun melon pan di loyang yang sudah dialasi kertas roti. Selanjutnya, istirahatkan selama 30 menit untuk proofing terakhir. Kemudian, panggang dalam oven yang sudah dipanaskan di suhu 180 derajat Celsius selama 13 hingga 15 menit hingga cookie crust berwarna keemasan. Namun jangan panggang terlalu lama karena cookie crust yang terlalu matang akan sangat keras dan kehilangan kerenyahan yang menjadi ciri khasnya.

Rahasia Kerenyahan Cookie Crust

Cookie crust yang renyah sempurna adalah kunci dari melon pan yang terbaik. Pertama, mentega harus dalam suhu ruang yang sempurna — tidak terlalu dingin. Yang membuat adonan sulit tercampur dan tidak terlalu hangat yang membuat adonan terlalu lembek. Kedua, jangan overmix adonan cookie crust setelah tepung dimasukkan karena gluten yang terbentuk akan membuat teksturnya alot bukan renyah.

Selanjutnya, melon pan yang baru keluar dari oven punya kulit. Yang masih sangat renyah dan roti yang masih sangat hangat — ini adalah waktu terbaik untuk memakannya. Kemudian, setelah dua hingga tiga jam, kelembapan dari roti di bawahnya akan mulai meresap ke cookie crust dan membuatnya kehilangan kerenyahannya secara bertahap. Oleh karena itu, melon pan terbaik selalu yang dimakan sesaat setelah dipanggang.

Variasi Melon Pan yang Populer

Meskipun versi original sudah sangat dicintai, berbagai variasi melon pan terus berkembang. Pertama, melon pan isi krim adalah variasi yang mengisi bagian dalam roti dengan custard cream atau whipped cream sebelum dibungkus cookie crust —. Dimakan, krim yang dingin bertemu dengan roti hangat dan kulit renyah menghasilkan sensasi yang sangat memuaskan. Kedua, melon pan dengan rasa matcha menggunakan cookie crust berbahan matcha. Yang menghasilkan roti dengan warna hijau yang sangat cantik dan rasa sedikit pahit dari teh hijau.

Selanjutnya, choco melon pan menggunakan cokelat dalam cookie crust dan sangat populer di kalangan anak-anak. Kemudian, beberapa toko roti di Jepang bahkan membuat melonpan dengan ukuran jumbo. Yang menjadi daya tarik wisata tersendiri dan sangat sering dijadikan konten media sosial.

Manfaat Gizi Melon Pan

Melon pan mengandung nutrisi dari berbagai bahannya. Pertama, tepung terigu protein tinggi dalam adonan roti mengandung gluten. Yang memberikan struktur roti dan protein yang cukup untuk memenuhi sebagian kebutuhan harian. Kedua, susu dan telur menyumbangkan kalsium, protein, dan berbagai vitamin B yang penting untuk energi dan fungsi sistem saraf.

Selanjutnya, mentega dalam kedua komponen melon pan mengandung vitamin A dan D yang larut lemak. Namun melon pan mengandung gula yang cukup tinggi dari cookie crust sehingga paling baik dinikmati sebagai camilan sesekali. Oleh karena itu, melon pan paling cocok sebagai teman sarapan ringan atau camilan sore bersama teh atau kopi.

Kesimpulan: Melon Pan, Roti yang Paling Jujur tentang Identitasnya

Melon pan tidak perlu rasa melon untuk disebut melon pan. Dan sudah sangat nyaman dengan identitasnya yang unik itu selama lebih dari setengah abad. Selanjutnya, ia sudah membuktikan bahwa nama yang berasal dari visual, bukan dari bahan, bisa sama kuatnya membangun identitas kuliner yang sangat kuat dan sangat bertahan lama.

Oleh karena itu, saat membuat atau membeli melon pan, fokuslah pada hal. Yang benar-benar penting: kerenyahan cookie crust yang masih segar dan kelembutan roti yang hangat di bawahnya. Kemudian, momen itulah yang membuat melon pan selalu layak untuk dibuat atau dibeli tanpa rasa melon sekalipun.

Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Food

Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti: Mie Lendir: Mi Kuah Kacang Khas Riau yang Namanya Mengejutkan tapi Rasanya Memanjakan

Author

By siti