Sat. Jan 17th, 2026
Pempek Keriting

PALEMBANG, odishanewsinsight.com  —   Pempek keriting adalah salah satu varian pempek yang memiliki daya tarik visual sekaligus cita rasa yang khas. Berasal dari Palembang, Sumatera Selatan, pempek ini dikenal dengan bentuknya yang menyerupai gulungan mi atau benang kusut yang saling bertautan. Bentuk tersebut tidak hanya memberikan karakter unik, tetapi juga mencerminkan keterampilan pembuatnya dalam mengolah adonan secara manual. Dalam lanskap kuliner Nusantara, pempek keriting menempati posisi penting sebagai simbol kekayaan rasa dan tradisi yang diwariskan lintas generasi.

Sebagai makanan berbasis ikan, pempek keriting mengandalkan kualitas bahan baku untuk menghasilkan rasa yang optimal. Ikan tenggiri sering digunakan karena aromanya yang khas dan teksturnya yang lembut. Adonan ikan dipadukan dengan sagu, air, serta bumbu sederhana seperti garam dan bawang putih. Kesederhanaan bahan tersebut justru menjadi fondasi utama kelezatan PempekKeriting. Ketika disajikan dengan kuah cuko yang asam, manis, dan pedas, pempek ini menghadirkan harmoni rasa yang sulit dilupakan.

Keberadaan pempek keriting tidak hanya terbatas pada meja makan masyarakat Palembang. Hidangan ini juga menjadi bagian dari identitas kota yang sering diperkenalkan kepada wisatawan. Banyak pengunjung yang menjadikan PempekKeriting sebagai buah tangan atau pengalaman kuliner wajib saat berkunjung ke Palembang. Dengan demikian, PempekKeriting tidak hanya berfungsi sebagai makanan, tetapi juga sebagai duta budaya kuliner daerah.

Jejak Sejarah Pempek Keriting dalam Budaya Palembang

Sejarah pempek keriting tidak dapat dilepaskan dari perkembangan pempek secara umum di Palembang. Pempek diyakini telah ada sejak ratusan tahun lalu, dipengaruhi oleh budaya lokal dan interaksi dengan pedagang asing. Dalam perjalanan waktu, masyarakat Palembang mengembangkan berbagai bentuk pempek sebagai hasil kreativitas dan adaptasi selera. PempekKeriting muncul sebagai salah satu inovasi yang menonjol karena bentuknya yang berbeda dari pempek kapal selam atau lenjer.

Pada masa awal kemunculannya, pempek keriting sering dibuat untuk acara tertentu atau sebagai sajian istimewa dalam keluarga. Proses pembuatannya yang relatif lebih rumit dibandingkan jenis pempek lain menjadikannya simbol ketelatenan dan keahlian. Adonan dipres melalui cetakan khusus sehingga menghasilkan untaian tipis yang kemudian digulung. Teknik ini membutuhkan ketepatan dan pengalaman agar bentuk keriting tetap rapi setelah direbus.

Dalam konteks budaya, pempek keriting mencerminkan nilai kesabaran dan ketekunan masyarakat Palembang. Setiap gulungan adonan seolah merepresentasikan hubungan erat antara tradisi dan keterampilan tangan. Hingga kini, nilai tersebut masih terjaga, terutama pada pengrajin pempek tradisional yang mempertahankan metode pembuatan secara manual.

Ciri Khas Bahan dan Proses Pembuatan

Keunikan pempek keriting terletak pada kombinasi bahan sederhana dan teknik pengolahan yang khas. Ikan segar menjadi elemen utama yang menentukan kualitas rasa. Selain ikan tenggiri, beberapa produsen juga menggunakan ikan gabus atau ikan belida sebagai alternatif. Pemilihan ikan biasanya disesuaikan dengan ketersediaan lokal dan preferensi rasa.

Pempek Keriting

Sagu berperan penting dalam memberikan tekstur kenyal yang menjadi ciri khas pempek. Perbandingan antara ikan dan sagu harus tepat agar adonan tidak terlalu keras atau terlalu lembek. Proses pengadonan dilakukan dengan hati-hati untuk menjaga serat ikan tetap utuh. Setelah adonan siap, tahap pembentukan keriting menjadi momen krusial yang membedakan pempek ini dari varian lainnya.

Setelah dibentuk, pempek keriting direbus hingga mengapung sebagai tanda matang. Proses perebusan ini bertujuan untuk mengunci tekstur dan rasa. Pempek yang telah matang kemudian dapat digoreng sebelum disajikan, memberikan lapisan luar yang renyah. Kombinasi tekstur renyah di luar dan kenyal di dalam menjadi daya tarik utama PempekKeriting.

Pempek Keriting dan Peran Kuah Cuko

Tidak lengkap membahas pempek keriting tanpa menyinggung kuah cuko. Kuah ini merupakan elemen esensial yang melengkapi rasa pempek. Cuko dibuat dari campuran gula aren, asam jawa, bawang putih, cabai, dan ebi. Setiap keluarga atau penjual biasanya memiliki resep cuko khas yang membedakan cita rasa mereka.

Kuah cuko berfungsi sebagai penyeimbang rasa gurih dari pempek. Rasa asam dan pedas memberikan sensasi segar yang meningkatkan selera makan. Pada PempekKeriting, bentuknya yang berlapis-lapis memungkinkan cuko meresap lebih merata, sehingga setiap gigitan menghadirkan rasa yang konsisten.

Dalam penyajian modern, beberapa inovasi dilakukan pada cuko dengan tingkat kepedasan yang bervariasi. Hal ini menunjukkan bahwa pempek keriting mampu beradaptasi dengan selera konsumen tanpa kehilangan identitas dasarnya. Fleksibilitas tersebut menjadi salah satu alasan mengapa pempek keriting tetap diminati hingga saat ini.

Popularitas Pempek Keriting di Era Kuliner Modern

Di tengah perkembangan kuliner modern, pempek keriting tetap mempertahankan eksistensinya. Banyak pelaku usaha kuliner yang menjadikan PempekKeriting sebagai produk unggulan, baik dalam skala rumahan maupun industri kecil menengah. Kehadiran media sosial turut membantu memperluas jangkauan pempek keriting ke berbagai daerah di Indonesia.

Kemasan yang lebih modern dan sistem distribusi daring memungkinkan PempekKeriting dinikmati oleh konsumen di luar Palembang. Inovasi ini membuka peluang ekonomi bagi pelaku UMKM sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner daerah ke pasar nasional. Meskipun demikian, cita rasa autentik tetap menjadi fokus utama agar nilai tradisional tidak tergerus oleh modernisasi.

Pempek keriting juga sering dihadirkan dalam festival kuliner dan pameran makanan tradisional. Partisipasi tersebut memperkuat posisinya sebagai ikon kuliner Palembang. Dengan terus berkembangnya minat masyarakat terhadap makanan tradisional, PempekKeriting memiliki potensi besar untuk tetap relevan di masa depan.

Kesimpulan

Pempek keriting bukan sekadar makanan, melainkan representasi dari sejarah, budaya, dan kreativitas masyarakat Palembang. Dari bahan sederhana hingga proses pembuatan yang penuh ketelitian, pempek ini mencerminkan nilai-nilai tradisional yang masih dijaga hingga kini. Kehadirannya dalam dunia kuliner Nusantara menunjukkan bahwa makanan tradisional mampu bertahan dan beradaptasi di tengah perubahan zaman.

Dengan cita rasa gurih yang khas dan bentuk yang unik, pempek keriting terus menarik minat penikmat kuliner dari berbagai kalangan. Dukungan terhadap pelestarian dan pengembangan PempekKeriting berarti turut menjaga warisan budaya kuliner Indonesia agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang.

Baca juga konten dengan artikel terkait yang membahas tentang  food

Baca juga artikel menarik lainnya mengenai Char Kway: Warisan Rasa Kuliner Jalanan Asia Tenggara

Author