Sun. Jan 18th, 2026
Sukiyaki

JAKARTA, odishanewsinsight.com – Aroma kuah manis yang mengepul dari panci panas selalu berhasil membangkitkan selera makan siapa saja. Itulah pesona sukiyaki, hidangan berkuah khas Negeri Sakura yang sudah merebut hati masyarakat Indonesia. Kombinasi irisan daging sapi yang lembut, sayuran segar, dan kuah dengan rasa manis gurih menjadikan masakan ini pilihan sempurna untuk dinikmati bersama orang tersayang, terutama saat cuaca sedang dingin atau hujan turun.

Mengenal Lebih Dekat Hidangan Sukiyaki

Sukiyaki

Sukiyaki merupakan salah satu jenis nabemono atau hot pot tradisional dari Jepang yang sudah ada sejak abad ke-19. Hidangan ini muncul bersamaan dengan masuknya budaya memakan daging ke Jepang pada era Meiji. Sebelumnya, konsumsi daging sapi dilarang karena pengaruh ajaran Buddha yang melarang menyembelih hewan ternak.

Nama sukiyaki sendiri memiliki sejarah unik yang berkaitan dengan alat pertanian. Kata suki dalam bahasa Jepang merujuk pada cangkul atau sekop yang bagian logamnya digunakan untuk memanggang daging dan ikan sebagai pengganti wajan. Dari sinilah istilah sukiyaki lahir dan berkembang menjadi kuliner yang dikenal luas hingga ke berbagai negara.

Di Jepang, terdapat dua gaya memasak yang berbeda berdasarkan wilayah:

  1. Gaya Kanto yang lebih populer di Tokyo, dimulai dengan membuat kuah terlebih dahulu kemudian memasukkan daging dan sayuran
  2. Gaya Kansai dari Osaka, mengawali dengan memanggang daging lalu menambahkan gula dan kecap sebelum sayuran dimasukkan
  3. Keduanya sama lezatnya meski memiliki tekstur dan sensasi berbeda saat disantap

Bahan Utama yang Wajib Disiapkan

Keistimewaan masakan ini terletak pada kesegaran dan kualitas bahan yang digunakan. Irisan daging sapi menjadi komponen utama yang tidak bisa digantikan. Pilihlah potongan yang tipis agar mudah matang dan menyerap bumbu dengan sempurna. Beberapa restoran premium bahkan menggunakan wagyu untuk memberikan pengalaman kuliner yang lebih istimewa.

Selain protein hewani, beragam sayuran turut melengkapi komposisi hidangan ini. Sawi putih atau hakusai memberikan rasa manis alami saat dimasak dalam kuah panas. Daun bawang atau negi menambahkan aroma harum yang menggugah selera. Jamur enoki dan shiitake menyumbangkan tekstur kenyal yang khas serta cita rasa umami yang memperkaya keseluruhan masakan.

Berikut daftar bahan yang umum digunakan:

  • Daging sapi iris tipis sekitar 300 gram
  • Tahu sutra atau tofu silken yang lembut
  • Sawi putih dipotong seukuran gigitan
  • Daun bawang iris serong
  • Jamur enoki segar
  • Jamur shiitake
  • Mi shirataki atau bisa diganti soun
  • Wortel iris tipis untuk variasi warna
  • Pakcoy atau sawi sendok

Rahasia Membuat Kuah Sukiyaki yang Sempurna

Kuah atau saus warishita menjadi jiwa dari hidangan ini. Tanpa kuah yang tepat, seluruh masakan akan terasa hambar dan kehilangan karakternya. Komponen dasar kuah terdiri dari kecap asin Jepang atau shoyu, gula, dan air. Beberapa resep menambahkan mirin untuk memberikan sentuhan manis yang lebih kompleks.

Untuk versi halal yang ramah bagi umat Muslim di Indonesia, mirin bisa digantikan dengan campuran gula dan sedikit cuka beras. Hasilnya tetap lezat tanpa mengurangi kenikmatan hidangan secara keseluruhan. Penambahan kaldu daging sapi atau kaldu jamur juga sangat disarankan untuk memperkuat rasa gurih.

Proporsi bumbu yang direkomendasikan:

  1. Air putih sebanyak 400 mililiter sebagai dasar kuah
  2. Kecap asin Jepang sekitar 100 mililiter
  3. Gula pasir 3 sendok makan untuk rasa manis
  4. Kaldu sapi atau jamur 1 sendok teh
  5. Mirin halal atau pengganti sesuai selera

Langkah Memasak Sukiyaki ala Rumahan

Proses memasak hidangan ini sebenarnya cukup sederhana dan tidak membutuhkan keahlian khusus. Siapa saja bisa mencobanya di rumah dengan peralatan dapur standar. Yang terpenting adalah mempersiapkan semua bahan terlebih dahulu sebelum mulai memasak agar prosesnya berjalan lancar.

Awali dengan membuat kuah warishita. Campurkan air, kecap asin, gula, dan kaldu dalam panci kecil. Masak dengan api kecil hingga gula larut sempurna dan bumbu tercampur rata. Sisihkan dan biarkan sedikit mendingin sebelum digunakan.

Panaskan sedikit minyak dalam wajan atau panci sukiyaki. Tumis daun bawang hingga harum kemudian masukkan irisan daging sapi. Masak hingga daging berubah warna namun jangan terlalu lama agar teksturnya tetap lembut. Tuangkan sebagian kuah dan aduk perlahan.

Keluarkan daging yang sudah matang dan sisihkan. Tata tahu, semua jenis sayuran, dan mi shirataki dalam panci. Tuangkan sisa kuah dan masak dengan api sedang hingga sayuran layu dan matang. Kembalikan daging ke dalam panci sebelum disajikan.

Perbedaan dengan Shabu-shabu yang Perlu Diketahui

Banyak orang masih keliru membedakan antara sukiyaki dengan shabu-shabu. Meski sama-sama merupakan hidangan hot pot dari Jepang, keduanya memiliki perbedaan mendasar yang cukup signifikan.

Kuah menjadi pembeda paling jelas di antara keduanya. Hidangan berkuah manis ini menggunakan bumbu berbasis kecap yang memberikan rasa gurih dan manis secara bersamaan. Sementara shabu-shabu menggunakan kaldu bening yang lebih ringan tanpa tambahan pemanis.

Cara menikmatinya pun berbeda. Pada shabu-shabu, daging mentah dicelupkan ke dalam kuah mendidih beberapa kali hingga matang, kemudian dicocol ke saus terpisah seperti saus wijen atau ponzu. Sedangkan pada hidangan ini, daging dan sayuran dimasak langsung dalam kuah berbumbu tanpa perlu saus tambahan.

Perbedaan lainnya meliputi:

  • Ketebalan irisan daging dimana sukiyaki menggunakan potongan yang sedikit lebih tebal
  • Jenis panci yang dipakai berbeda, sukiyaki tradisional menggunakan panci besi tuang sedangkan shabu-shabu memakai panci tanah liat
  • Intensitas rasa kuah yang lebih kuat pada hidangan manis ini

Tips Menyajikan agar Lebih Nikmat

Penyajian yang tepat akan meningkatkan kenikmatan saat menyantap masakan ini. Tradisi di Jepang biasanya menyajikannya langsung di atas meja dengan pemanas agar tetap panas dan mengepul. Setiap anggota keluarga bisa mengambil sendiri sesuai selera masing-masing.

Telur mentah yang dikocok dalam mangkuk kecil menjadi pendamping klasik. Irisan daging atau sayuran yang sudah matang dicelupkan ke dalam kocokan telur sebelum dimakan. Sensasi hangat bercampur dengan kelembutan telur menciptakan pengalaman kuliner yang unik dan memanjakan lidah.

Nasi putih hangat sangat cocok menjadi pelengkap untuk menyerap kuah yang tersisa. Beberapa orang bahkan membuat zousui atau bubur dengan memasukkan nasi ke dalam sisa kuah yang penuh dengan sari daging dan sayuran. Cara ini memastikan tidak ada bagian lezat yang terbuang sia-sia.

Manfaat Kesehatan dari Bahan-bahannya

Hidangan ini bukan sekadar lezat namun juga menyimpan berbagai manfaat kesehatan dari bahan-bahan yang digunakan. Sayuran segar yang direbus dengan waktu singkat tetap mempertahankan kandungan nutrisinya. Sawi putih kaya akan serat yang baik untuk pencernaan sementara jamur mengandung antioksidan alami.

Daging sapi menyumbangkan protein berkualitas tinggi dan zat besi yang penting untuk pembentukan sel darah merah. Tahu sebagai sumber protein nabati memberikan alternatif yang lebih rendah lemak. Mi shirataki yang terbuat dari umbi konjac bahkan sangat populer di kalangan pelaku diet karena kandungan kalorinya yang sangat rendah.

Memasak dengan cara direbus tanpa banyak minyak juga menjadikan hidangan ini lebih sehat dibandingkan makanan yang digoreng. Kuah berbumbu membuat rasa tetap kaya tanpa perlu menambahkan lemak berlebihan.

Variasi Sukiyaki Modern yang Populer

Seiring perkembangannya, berbagai variasi modern bermunculan untuk memenuhi selera yang beragam. Beberapa restoran menawarkan versi seafood dengan udang, cumi, dan kerang menggantikan daging sapi. Ada pula yang menggunakan ayam atau kambing untuk pilihan protein berbeda.

Di Indonesia, kreasi lokal sering menambahkan bakso ikan, siomay, atau olahan seafood lainnya. Penambahan cabai rawit bagi penggemar pedas juga umum dilakukan untuk memberikan sensasi berbeda. Fleksibilitas inilah yang membuat masakan ini tetap relevan dan digemari berbagai kalangan.

Kesimpulan

Sukiyaki telah membuktikan diri sebagai hidangan yang mampu melintasi batas negara dan budaya. Kombinasi daging sapi berkualitas, sayuran segar, dan kuah manis gurih menciptakan harmoni rasa yang sulit dilupakan. Memasak hidangan ini di rumah ternyata tidak sesulit yang dibayangkan dengan bahan-bahan yang mudah ditemukan di pasar atau supermarket terdekat. Kehangatan yang ditawarkan bukan hanya dari suhu penyajiannya, tetapi juga dari kebersamaan yang tercipta saat menikmatinya bersama keluarga atau teman terdekat.

Baca juga konten dengan artikel terkait tentang: Food

Baca juga artikel lainnya: Sandesh Manisan Lembut Khas Bengal yang Menggoda Lidah

Author

By siti