JAKARTA, odishanewsinsight.com – Dalam sejarah panjang kuliner Spanyol, Tortilla Espanola menempati tempat istimewa. Hidangan sederhana berbahan dasar kentang dan telur ini bukan sekadar menu sarapan, melainkan simbol budaya dan kehangatan keluarga di semenanjung Iberia.
Dikisahkan, asal mula tortilla muncul pada abad ke-19 di wilayah Navarra, ketika masyarakat menghadapi masa sulit dan harus mengandalkan bahan pangan yang sederhana namun mengenyangkan. Dari perpaduan antara kentang, telur, dan sedikit minyak zaitun, lahirlah sajian yang kini menjadi ikon kuliner Spanyol.
Hingga kini, tortilla disajikan di berbagai kesempatan — dari meja sarapan keluarga hingga bar tapas di Madrid. Bagi masyarakat Spanyol, tortilla bukan hanya makanan, tetapi juga bagian dari identitas.
Seorang koki senior di Barcelona pernah mengatakan, “Tortilla Espanola bukan sekadar masakan; ini adalah potret sejarah yang bisa dimakan.”
Bahan-Bahan Tortilla Espanola

Untuk membuat Tortilla Espanola yang otentik, bahan-bahannya sangat sederhana. Namun, kualitas dan keseimbangan rasa menjadi kunci keberhasilan hidangan ini.
Bahan utama:
-
4 butir telur ukuran besar
-
3 buah kentang berukuran sedang
-
1 buah bawang bombai (opsional, tergantung selera daerah)
-
Garam secukupnya
-
Minyak zaitun murni untuk menggoreng
Beberapa versi modern menambahkan sedikit lada hitam, daun peterseli, atau paprika manis untuk memperkaya cita rasa. Tapi versi klasik tetap mempertahankan kesederhanaan tiga unsur utama: kentang, telur, dan minyak.
Cara Membuat Tortilla Espanola
Proses pembuatan Tortilla Espanola menuntut kesabaran dan teknik lembut agar tekstur omeletnya tetap lembut di dalam dan berwarna keemasan di luar.
-
Siapkan kentang dan bawang.
Kupas kentang lalu iris tipis. Iris juga bawang bombai jika digunakan. -
Goreng perlahan.
Panaskan minyak zaitun dalam wajan lebar, masukkan kentang dan bawang. Goreng dengan api kecil agar kentang matang tanpa menjadi garing. Tujuannya bukan untuk menggoreng kering, melainkan membuatnya empuk dan lembut. -
Tiriskan dan campur dengan telur.
Setelah matang, tiriskan kentang dan campurkan ke dalam mangkuk berisi telur yang telah dikocok. Tambahkan garam sesuai selera dan diamkan selama beberapa menit agar rasa menyatu. -
Masak omelet.
Panaskan sedikit minyak di wajan anti lengket, tuang adonan, dan masak dengan api kecil. Saat bagian bawah mulai kecokelatan, balik perlahan menggunakan piring atau penutup panci. Masak sisi lainnya hingga matang merata. -
Istirahatkan dan potong.
Setelah matang, angkat tortilla dan biarkan hangat selama 5 menit sebelum dipotong.
Hasil akhirnya adalah omelet kentang tebal, lembut di dalam, dan beraroma minyak zaitun yang khas.
Cita Rasa dan Rahasia di Baliknya
Cita rasa Tortilla Espanola terletak pada keseimbangan tekstur. Bagian luar yang sedikit renyah berpadu dengan dalamnya yang lembut dan gurih. Kentang memberikan rasa manis alami, sementara telur menambah kelembutan dan kekayaan rasa. Ada dua gaya penyajian yang populer di Spanyol:
-
Versi tradisional basah, di mana bagian tengah tortilla masih sedikit lembek dan juicy.
-
Versi matang penuh, yang lebih padat dan mudah dipotong untuk bekal atau piknik.
Tortilla sering disajikan bersama roti baguette, salad segar, atau potongan keju. Beberapa restoran di Andalusia bahkan menambahkan saus tomat segar di atasnya untuk memberikan sentuhan asam manis yang segar.
Bagi warga lokal, sepiring tortilla adalah bentuk cinta sederhana — masakan yang membawa kenangan masa kecil di meja makan keluarga.
Kisah Budaya di Balik Setiap Gigitan
Makanan selalu punya cerita, dan Tortilla Espanola bukan pengecualian. Di setiap rumah tangga Spanyol, ada versi tortilla yang berbeda: ada yang suka dengan tambahan bawang, ada pula yang menolak keras karena dianggap “merusak keaslian.”
Perdebatan “con cebolla” (dengan bawang) dan “sin cebolla” (tanpa bawang) bahkan sempat menjadi topik viral di media sosial Spanyol. Namun di balik perbedaan itu, semua sepakat bahwa tortilla adalah warisan kuliner yang menyatukan berbagai generasi.
Di Madrid, banyak bar tapas menjual tortilla dalam porsi kecil sebagai camilan sore, sementara di daerah pedesaan, tortilla sering dibuat dalam ukuran besar untuk disantap bersama keluarga besar. Hidangan ini juga menjadi simbol keakraban — sederhana, jujur, dan selalu hangat, seperti semangat masyarakat Spanyol itu sendiri.
Tips Membuat Tortilla Espanola Sempurna
Agar Tortilla Espanola buatanmu terasa autentik dan lezat seperti di Spanyol, berikut beberapa tips dari koki profesional:
-
Gunakan minyak zaitun murni berkualitas.
Minyak zaitun adalah jiwa dari hidangan ini. Hindari minyak goreng biasa agar rasa dan aroma tidak hilang. -
Masak dengan api kecil.
Jangan terburu-buru. Proses perlahan memastikan kentang matang merata tanpa gosong. -
Gunakan wajan tebal.
Wajan dengan distribusi panas merata membantu membentuk permukaan tortilla yang halus dan tidak pecah. -
Biarkan beristirahat sebelum disajikan.
Setelah matang, diamkan tortilla selama beberapa menit agar struktur mengeras sempurna dan rasa lebih menyatu. -
Eksperimen dengan isian.
Jika ingin variasi modern, tambahkan chorizo, paprika, atau keju manchego. Tapi tetap pertahankan karakter klasiknya.
Tortilla Espanola dalam Dunia Modern
Kini, Tortilla Espanola telah melampaui batas geografis Spanyol. Banyak kafe dan restoran internasional menghadirkan menu ini sebagai simbol kuliner Mediterania yang sehat dan mengenyangkan.
Di era globalisasi kuliner, tortilla bahkan mendapat sentuhan kreatif baru. Ada versi vegan yang mengganti telur dengan tepung kacang, ada pula versi fusion yang memadukan cita rasa Asia, seperti tambahan cabai rawit atau daun bawang.
Namun, satu hal tetap tak berubah: semangat kesederhanaannya. Tortilla Espanola tetap menjadi contoh bagaimana bahan sederhana dapat menghasilkan rasa luar biasa. Bagi penikmat kuliner, tortilla bukan sekadar makanan — ia adalah perjalanan rasa dari dapur-dapur kecil Spanyol menuju meja makan dunia.
Baca juga konten dengan artikel terkait tentang: Food
Baca juga artikel lainnya: Cheeseburger klasik dengan rasa gurih menggoda
