Sun. Jan 18th, 2026
Sop Bening

JAKARTA, odishanewsinsight.com – Dalam perjalanan kuliner Indonesia, ada satu menu yang selalu menjadi penawar rindu sekaligus penghangat suasana: sop bening. Hidangan ini bukan sekadar makanan, melainkan sebuah cerita yang diwariskan turun-temurun di meja makan keluarga.

Bayangkan sebuah sore mendung di perkampungan Jawa, udara dingin menyelinap ke ruang tamu, lalu di meja makan tersaji semangkuk sop bening dengan uap tipis menari di udara. Kehangatan itu tak hanya berasal dari kuahnya, tetapi juga dari kebersamaan, percakapan ringan, dan tradisi yang mengikat setiap anggota keluarga.

Filosofi Rasa dalam Sop Bening

Sop Bening

Sop bening dikenal luas sebagai hidangan yang ringan, menyehatkan, sekaligus bersahaja. Ia berbeda dari sup berkuah pekat atau bersantan yang sering hadir dalam pesta besar. Dengan bumbu sederhana—hanya bawang putih, bawang merah, merica, dan garam—sop ini menghadirkan rasa jernih namun kaya.

Bahan-bahannya mudah ditemui: wortel, kentang, buncis, kol, hingga kadang ditambah ayam atau sapi. Kuahnya dibuat dari kaldu alami yang dimasak perlahan, menyerap aroma rempah sederhana. Hasilnya adalah cita rasa yang bersih, ringan, namun mengena.

Kesederhanaan justru menjadi kekuatan. Sop bening seolah mengajarkan filosofi keseimbangan: tidak berlebihan, tetapi cukup untuk menghangatkan tubuh dan pikiran. Banyak orang menyebutnya sebagai comfort food khas Indonesia—makanan yang tak pernah gagal menghibur ketika tubuh lelah atau hati gundah.

Ada kisah seorang mahasiswa di Yogyakarta yang mengaku selalu memasak sopbening ketika merindukan rumah. Baginya, kuah ringan dengan potongan wortel dan kentang mampu membangkitkan memori tentang ibunya yang selalu menyajikan sop itu saat ia sakit. Cerita semacam ini menunjukkan betapa kuatnya hubungan emosional yang bisa lahir dari semangkuk sopbening.

Resep Sop Bening Sederhana

Bahan-Bahan

  • 200 gram daging ayam (paha/dada), potong kecil atau bisa diganti dengan bakso/tahu

  • 2 buah wortel, iris serong tipis

  • 2 buah kentang, potong dadu sedang

  • 100 gram buncis, potong serong

  • 1/4 buah kol, iris kasar

  • 1 batang daun seledri, iris halus

  • 1 batang daun bawang, iris tipis

  • 2 siung bawang putih, geprek lalu cincang halus

  • 3 siung bawang merah, iris tipis dan goreng hingga kecokelatan (bawang goreng untuk taburan)

  • 1 sdt merica bubuk

  • 1 sdt garam (atau sesuai selera)

  • 1/2 sdt gula pasir

  • 1.200 ml air

  • 2 sdm minyak goreng (untuk menumis)

Cara Membuat

  1. Merebus Kaldu

    • Didihkan air dalam panci, masukkan potongan ayam.

    • Rebus hingga keluar kaldu bening. Buang busa kotoran yang mengapung agar kuah tetap jernih.

  2. Menumis Bumbu

    • Panaskan minyak, tumis bawang putih hingga harum.

    • Masukkan tumisan ini ke dalam rebusan kaldu.

  3. Memasak Sayuran

    • Masukkan kentang dan wortel terlebih dahulu, rebus hingga setengah matang.

    • Tambahkan buncis dan kol. Masak hingga sayuran empuk tetapi tetap segar.

  4. Bumbui Kuah

    • Tambahkan merica bubuk, garam, dan gula pasir. Aduk rata.

    • Koreksi rasa, sesuaikan dengan selera.

  5. Penyelesaian

    • Masukkan daun bawang dan seledri menjelang diangkat.

    • Sajikan sop bening dalam mangkuk, taburi dengan bawang goreng.

Variasi Sop Bening di Nusantara

Meski sederhana, sop bening punya banyak wajah di berbagai daerah. Di Jawa, misalnya, sop ini biasa disajikan bersama nasi hangat, kerupuk, dan sambal bawang. Kuahnya ringan, tetapi penuh warna dari campuran sayuran segar.

Di Sumatera, sopbening sering diberi tambahan jahe atau cengkeh untuk menghadirkan rasa lebih hangat dan sedikit beraroma rempah. Beberapa keluarga menambahkan bakso kecil, sosis, atau tahu untuk memperkaya tekstur. Di Kalimantan, ada yang menambahkan jagung manis atau labu kuning sebagai variasi.

Tidak ada aturan baku. Setiap keluarga punya resep rahasia, diwariskan dari generasi ke generasi. Keunikan ini membuat sopbening relevan di berbagai meja makan: bisa menjadi hidangan sehari-hari, bisa pula tampil sebagai menu spesial saat keluarga besar berkumpul.

Nilai Gizi Sop Bening

Selain rasa, sop bening juga menyimpan segudang manfaat kesehatan. Kuah kaldu alami memberikan asupan cairan yang menenangkan, sementara sayuran di dalamnya menyumbang vitamin A, C, serat, dan mineral penting. Bila ditambahkan ayam atau daging sapi, protein ikut melengkapi kebutuhan tubuh.

Tak heran jika sopbening sering disarankan bagi mereka yang sedang sakit atau dalam masa pemulihan. Teksturnya ringan, mudah dicerna, dan memberi energi tanpa memberatkan perut. Bahkan bagi yang sedang menjalani diet rendah kalori, sopbening menjadi pilihan ideal: rendah lemak, tinggi serat, sekaligus mengenyangkan.

Banyak ahli gizi menyebut sopbening sebagai contoh nyata bagaimana makanan tradisional bisa sehat tanpa harus rumit. Cara memasak sederhana justru menjaga nutrisi tetap utuh, berbeda dengan olahan berat yang sering kehilangan zat gizi karena proses panjang.

Sop Bening dalam Tren Kuliner Modern

Menariknya, sop bening kini juga mendapat tempat dalam dunia kuliner modern. Beberapa restoran menyajikannya dengan sentuhan kreatif: tambahan jamur shiitake, jagung manis segar, hingga kaldu tulang yang dimasak berjam-jam untuk menghasilkan rasa lebih dalam.

Namun, esensi sopbening tidak berubah: kuah jernih, sayuran segar, dan rasa menenangkan. Bahkan di kafe-kafe urban, sop ini sering muncul sebagai menu favorit, menghadirkan nostalgia di tengah hiruk pikuk kota.

Tren makanan sehat juga mendongkrak popularitasnya. Banyak orang kini mencari makanan ringan tapi bernutrisi, dan sopbening menjawab kebutuhan itu. Ia bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga bagian dari gaya hidup sehat masa kini.

Dimensi Sosial SopBening

Lebih dari sekadar makanan, sop bening juga punya dimensi sosial. Di banyak keluarga, memasak sopbening sering menjadi kegiatan bersama: anak-anak menyiangi sayuran, ibu menyiapkan kaldu, ayah menyusun meja makan. Proses sederhana ini membangun kebersamaan yang tak ternilai.

Di desa, sopbening kerap disajikan saat ada acara gotong royong. Setelah bekerja bersama membersihkan lingkungan, masyarakat berkumpul menikmati sop hangat yang mengisi perut sekaligus mempererat ikatan sosial.

Di kota besar, meski ritme hidup lebih cepat, sopbening tetap jadi simbol rumah. Banyak pekerja memilih membuat sop ini di akhir pekan untuk menikmati waktu santai bersama keluarga.

Kesimpulan

Sop bening adalah bukti bahwa kesederhanaan mampu melahirkan keindahan. Kuah jernihnya, perpaduan bahan segar yang harmonis, serta kenangan yang melekat di setiap sendokannya menjadikan hidangan ini istimewa.

Lebih dari sekadar sup, sopbening adalah simbol keluarga, kehangatan, dan keseimbangan hidup. Ia melintasi zaman—dari dapur nenek hingga meja makan generasi milenial—tetap relevan, sehat, dan menenangkan.

Jika ada satu hidangan yang bisa menyatukan rasa, kenangan, dan kesehatan, maka sop bening adalah jawabannya.

Baca juga konten dengan artikel terkait tentang: Food

Baca juga artikel lainnya: Schweinshaxe: Kuliner Jerman Renyah Luar, Lumer Dalam

Author

By siti