Sun. Jan 25th, 2026
Eton Mess

JAKARTA, odishanewsinsight.com – Dunia kuliner Britania Raya menyimpan banyak hidangan penutup yang menggugah selera, dan Eton Mess termasuk salah satu yang paling ikonik. Dessert cantik dengan perpaduan warna merah strawberry, putih krim, dan remahan meringue renyah ini telah memikat lidah para pencinta makanan manis selama lebih dari satu abad. Kesederhanaan yang elegan menjadikan Eton Mess favorit sepanjang masa yang tidak lekang dimakan waktu.

Bagi pecinta dessert yang mencari hidangan penutup praktis namun tetap memukau, Eton Mess hadir sebagai jawaban sempurna. Tidak membutuhkan teknik memasak rumit atau peralatan khusus, dessert ini bisa disiapkan dalam hitungan menit dengan hasil yang selalu memanjakan indra pengecap. Mari mengenal lebih dekat tentang kelezatan hidangan khas negeri Ratu Elizabeth ini.

Sejarah Eton Mess yang Penuh Cerita

Eton Mess

Eton Mess memiliki kaitan erat dengan Eton College, sekolah asrama bergengsi di dekat Windsor yang didirikan oleh Raja Henry VI pada tahun 1440. Catatan tertulis pertama tentang dessert ini muncul pada 1893 saat pesta kerajaan yang dihadiri Ratu Victoria, cucunya Pangeran George, dan tunangannya Putri Mary of Teck. Saat itu hidangan ini disebut dengan nama yang terdengar mewah, yaitu Eton Mess aux Fraises.

Ada legenda populer yang beredar tentang asal-usul Eton Mess yang cukup menggelitik. Konon pada suatu pertandingan kriket di Eton College sekitar tahun 1920-an, seekor anjing labrador yang terlalu bersemangat menduduki keranjang piknik berisi pavlova dengan topping krim dan strawberry. Alih-alih membuang dessert yang sudah hancur, para siswa justru tetap menyantapnya dan ternyata sangat menikmati. Meski cerita ini kemungkinan besar hanya fiktif, namun menambah pesona tersendiri bagi hidangan legendaris ini.

Pada era 1930-an, Eton Mess mulai dijual di toko makanan ringan dalam kompleks Eton College. Versi awalnya menggunakan strawberry atau pisang yang dicampur dengan es krim atau krim kocok. Penambahan meringue baru dilakukan belakangan dan ternyata menjadi sentuhan jenius yang menyempurnakan cita rasa dessert ini. Hingga kini, Eton Mess tetap menjadi sajian wajib dalam pertandingan kriket tahunan antara Eton College melawan Harrow School.

Komponen Utama Eton Mess

Keindahan Eton Mess terletak pada kesederhanaannya yang hanya membutuhkan tiga komponen utama. Pertama adalah buah strawberry segar yang menjadi jiwa dari dessert ini. Kedua adalah whipped cream atau krim kocok yang memberikan kelembutan. Ketiga adalah meringue renyah yang menghadirkan tekstur kontras yang menyenangkan di setiap suapan.

Berikut bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat Eton Mess:

  • 400 gram strawberry segar berkualitas
  • 300 ml double cream atau heavy whipping cream
  • 100 gram meringue siap pakai atau buatan sendiri
  • 2 sendok makan gula halus untuk krim
  • 1 sendok teh ekstrak vanila murni
  • Sejumput garam laut untuk menyeimbangkan rasa
  • Madu secukupnya untuk topping opsional
  • Raspberry segar sebagai tambahan bila diinginkan

Pemilihan strawberry menjadi kunci utama kesuksesan Eton Mess. Pilihlah buah yang matang sempurna dengan aroma harum dan warna merah cerah merata. Strawberry yang terlalu keras akan kurang juicy, sementara yang terlalu matang akan mudah hancur dan mengeluarkan terlalu banyak air yang bisa membuat dessert menjadi lembek.

Cara Membuat Eton Mess yang Sempurna

Proses pembuatan Eton Mess sangat mudah dan tidak memerlukan keahlian khusus. Siapapun bisa membuat dessert ini di rumah dengan hasil yang tidak kalah dari restoran berbintang. Kuncinya terletak pada kesegaran bahan dan teknik penyajian yang tepat agar setiap komponen tetap mempertahankan karakternya masing-masing.

Langkah-langkah membuat Eton Mess:

  1. Cuci bersih strawberry dan buang bagian daunnya, lalu potong menjadi dua atau empat bagian tergantung ukuran
  2. Sisihkan beberapa potong strawberry utuh untuk hiasan, hancurkan sebagian dengan garpu hingga mengeluarkan sari buahnya
  3. Tuang double cream ke dalam mangkuk bersih dan dingin, tambahkan gula halus dan ekstrak vanila
  4. Kocok krim menggunakan mixer atau whisk manual hingga terbentuk soft peak yang mengembang namun tidak terlalu kaku
  5. Tambahkan sejumput garam laut ke dalam krim kocok dan aduk perlahan hingga merata
  6. Patahkan meringue menjadi potongan-potongan dengan ukuran bervariasi, sisakan beberapa yang utuh untuk hiasan
  7. Masukkan strawberry yang sudah dihancurkan ke dalam krim kocok, aduk dengan teknik folding agar tidak kempes
  8. Tambahkan remahan meringue secara bertahap sambil diaduk perlahan
  9. Sajikan dalam gelas transparan atau mangkuk cantik dengan lapisan yang terlihat jelas
  10. Hias bagian atas dengan strawberry utuh, remahan meringue, dan teteskan madu bila diinginkan

Tekstur dan Cita Rasa yang Memukau

Eton Mess menghadirkan pengalaman makan yang luar biasa melalui perpaduan tekstur yang kontras namun harmonis. Setiap suapan memberikan sensasi berbeda ketika kelembutan krim bertemu dengan renyahnya meringue dan kesegaran buah strawberry. Kombinasi ini menciptakan simfoni rasa yang sulit dilupakan dan selalu membuat ketagihan.

Krim kocok yang lembut dan creamy menjadi kanvas sempurna untuk menampung semua komponen. Teksturnya yang ringan seperti awan memberikan kesan mewah tanpa terasa berat di perut. Sari strawberry yang meresap ke dalam krim menciptakan marbling cantik dengan semburat merah muda yang menggugah selera. Sementara itu, potongan strawberry segar memberikan ledakan rasa asam manis yang menyegarkan.

Meringue menghadirkan dimensi tekstur yang sangat penting dalam Eton Mess. Bagian luarnya yang renyah dan keras akan perlahan meleleh di mulut, sementara bagian dalamnya yang sedikit chewy memberikan sensasi kenyal yang menyenangkan. Manisnya meringue menyeimbangkan keasaman strawberry dan menciptakan harmoni rasa yang pas di lidah.

Variasi Eton Mess Modern

Meski versi klasik dengan strawberry tetap menjadi favorit, Eton Mess sangat fleksibel untuk dikembangkan dengan berbagai variasi. Para chef dan home cook kreatif telah menciptakan banyak interpretasi modern yang tidak kalah lezat dari versi aslinya. Eksperimen dengan buah-buahan berbeda atau penambahan bahan pelengkap bisa menghasilkan kreasi yang unik dan personal.

Beberapa variasi Eton Mess yang populer antara lain:

  • Raspberry Eton Mess dengan buah raspberry segar yang lebih asam
  • Tropical Eton Mess menggunakan mangga, passion fruit, dan kiwi
  • Peach EtonMess dengan buah persik matang yang manis
  • Mixed Berry EtonMess memadukan strawberry, blueberry, dan blackberry
  • Chocolate EtonMess dengan tambahan chocolate chips dan saus cokelat
  • Lemon Curd EtonMess yang diberi lapisan lemon curd untuk rasa citrus
  • Boozy Eton Mess dengan tambahan brandy atau liqueur ke dalam krim

Di Harrow School, dessert serupa disajikan dengan nama Harrow Mess. Sementara Clare College di Cambridge University memiliki versi mereka sendiri yang disebut Clare College Mush dengan campuran yogurt dan krim serta tambahan raspberry liqueur. Lancing College juga memiliki Lancing Mess yang menggunakan pisang sebagai bahan utamanya.

Tips Menyajikan EtonMess

Penyajian yang tepat akan meningkatkan daya tarik visual dan pengalaman menikmati Eton Mess. Dessert ini paling baik disajikan dalam wadah transparan seperti gelas cocktail, mason jar, atau mangkuk kaca agar lapisan-lapisan cantiknya terlihat jelas. Teknik layering yang rapi akan membuat tampilan semakin instagramable dan mengundang selera.

Beberapa tips penting dalam menyajikan Eton Mess:

  • Siapkan semua komponen terpisah dan rakit dessert tepat sebelum disajikan agar meringue tetap renyah
  • Dinginkan gelas penyajian di freezer selama 10 menit sebelum digunakan
  • Buat lapisan secara bergantian antara krim, strawberry, dan meringue untuk tampilan lebih menarik
  • Jangan mengaduk terlalu rata agar tekstur mess yang khas tetap terlihat
  • Hias bagian atas dengan komponen yang paling cantik sebagai focal point
  • Sajikan segera setelah dirakit karena meringue akan cepat melempem jika terlalu lama terkena krim
  • Tambahkan daun mint segar untuk sentuhan warna hijau yang menyegarkan

Eton Mess dalam Budaya Kuliner Inggris

Eton Mess bukan sekadar dessert biasa di Inggris, melainkan bagian dari warisan kuliner yang memiliki makna historis dan sosial. Kaitannya dengan Eton College, salah satu institusi pendidikan paling elit di dunia, memberikan aura kemewahan dan eksklusivitas pada hidangan sederhana ini. Banyak tokoh penting Britania Raya yang merupakan alumni Eton dan tentu familiar dengan dessert legendaris ini.

Di Inggris, Eton Mess menjadi simbol musim panas dan sering hadir di berbagai acara outdoor seperti garden party, piknik, dan pertandingan olahraga. Kesegaran strawberry yang menjadi bahan utamanya memang paling optimal dinikmati saat musim panen strawberry Inggris antara April hingga Juli. Supermarket dan toko makanan di Inggris bahkan menjual meringue siap pakai khusus untuk memudahkan pembuatan Eton Mess di rumah.

Kepopuleran Eton Mess juga merambah ke ranah politik Inggris sebagai metafora untuk menggambarkan kekacauan. Chef selebriti Jamie Oliver pernah menggunakan Eton Mess dalam aksi protes di depan kantor Perdana Menteri di Downing Street sebagai simbol privilege dan ketidakteraturan. Menariknya, penggunaan nama dessert ini dalam konteks politik tidak mengurangi kelezatannya sebagai hidangan penutup yang dicintai semua kalangan.

Perbedaan EtonMess dan Pavlova

Banyak yang sering bingung membedakan Eton Mess dengan Pavlova karena keduanya sama-sama menggunakan meringue, krim, dan buah-buahan. Namun sebenarnya ada perbedaan mendasar antara kedua dessert populer ini. Memahami perbedaannya akan membantu dalam memilih hidangan yang tepat untuk berbagai kesempatan.

Pavlova merupakan dessert yang berasal dari Australia atau Selandia Baru, dinamai untuk menghormati penari balet Rusia Anna Pavlova yang berkunjung ke Australia pada 1920-an. Pavlova disajikan dalam bentuk meringue utuh berbentuk bulat dengan bagian tengah yang sedikit cekung untuk menampung krim dan buah-buahan. Penampilannya rapi dan elegan, cocok untuk acara formal.

Sementara itu, Eton Mess justru merayakan ketidaksempurnaan dengan meringue yang sengaja dihancurkan dan dicampur acak dengan krim serta buah. Kata mess dalam namanya memang merujuk pada tampilan yang berantakan namun menggiurkan. Pendekatan kasual ini membuat Eton Mess lebih cocok untuk suasana santai dan informal.

Kesimpulan

Eton Mess membuktikan bahwa hidangan penutup lezat tidak harus rumit dan memakan waktu lama dalam pembuatannya. Dengan hanya tiga komponen utama berupa strawberry segar, krim kocok, dan meringue renyah, dessert khas Inggris ini mampu menghadirkan pengalaman kuliner yang luar biasa. Perpaduan tekstur lembut, renyah, dan juicy dalam satu suapan menciptakan harmoni rasa yang sulit ditandingi hidangan penutup lainnya.

Warisan kuliner dari Eton College ini telah bertahan lebih dari satu abad dan terus memikat generasi baru pencinta makanan manis. Fleksibilitasnya yang memungkinkan berbagai variasi menjadikan Eton Mess tetap relevan dan mudah diadaptasi sesuai selera personal. Bagi siapapun yang ingin mencoba membuat dessert istimewa tanpa repot, EtonMess adalah pilihan yang sangat direkomendasikan untuk dicoba di dapur rumah.

Baca juga konten dengan artikel terkait tentang: Food

Baca juga artikel lainnya: Tamagoyaki: Resep Telur Dadar Gulung Jepang yang Lembut

Author

By siti