JAKARTA, odishanewsinsight.com – Dimsum mentai adalah jawaban atas pertanyaan yang mungkin tidak pernah terpikirkan sebelumnya: apa yang terjadi jika gurihnya dimsum klasik bertemu dengan kekayaan saus mentai Jepang yang creamy dan beraroma laut? Jawabannya ternyata adalah salah satu kreasi kuliner fusion paling berhasil yang lahir dari dapur-dapur kreatif Asia dalam beberapa tahun terakhir.
Perpaduan ini bukan sekadar tren sesaat. Selain itu, ada alasan mendalam mengapa kombinasi ini begitu berhasil di lidah siapa pun yang mencobanya, dan alasan itu berkaitan langsung dengan bagaimana kedua elemen saling memperkuat satu sama lain.
Mengenal Dimsum: Warisan Budaya Yum Cha Tiongkok

Dimsum adalah tradisi kuliner yang lahir dari budaya yum cha di Tiongkok bagian selatan, khususnya di Guangdong. Secara harfiah, yum cha berarti minum teh. Namun dalam praktiknya, acara minum teh ini selalu disertai berbagai hidangan kecil yang disebut dim sum, yang berarti menyentuh hati dalam bahasa Kanton.
Setiap jenis dimsum memiliki sejarah dan teknik pembuatannya sendiri. Namun yang paling umum dikenal adalah har gow atau siomay udang, siu mai dengan daging babi dan udang. Cheung fun atau lembaran beras isi, serta bakpao dengan berbagai isian. Selain itu, semua jenis Dimsum Mentai ini umumnya dikukus. Digoreng, atau dipanggang dengan teknik yang sangat spesifik untuk menghasilkan cita rasa yang terbaik.
Dimsum di Indonesia: Sudah Ada Sejak Lama
Di Indonesia, dimsum bukan hal baru. Komunitas Tionghoa yang sudah menetap di Nusantara sejak berabad-abad lalu membawa tradisi ini dan mengakarkannya dalam kehidupan kuliner sehari-hari. Restoran dimsum sudah ada di kota-kota besar Indonesia jauh sebelum tren kuliner Jepang masuk. Oleh karena itu, ketika saus mentai mulai dikenal luas, pertemuan keduanya terasa seperti hal yang paling alami untuk terjadi.
Mengenal Mentai: Saus Tiram Emas dari Jepang
Mentai atau mentaiko adalah telur ikan pollock yang dibumbui dengan cabai, sake, dan berbagai rempah khas Jepang lainnya. Dalam bentuk sausnya yang paling umum dikenal, mentai dicampur dengan mayones Jepang hingga menghasilkan pasta creamy berwarna oranye kemerahan dengan rasa yang sangat kaya: gurih. Sedikit pedas, manis, dan beraroma laut yang khas.
Saus mentai mulai populer di Indonesia sekitar awal 2010-an melalui restoran Jepang dan sushi bar. Namun popularitasnya meledak ketika para kreator kuliner mulai mengaplikasikannya ke berbagai makanan non-Jepang, termasuk dimsum. Hasilnya melebihi ekspektasi siapa pun.
Bahan-Bahan untuk Dimsum Mentai
Membuat dimsum mentai membutuhkan dua set bahan yang berbeda namun harus seimbang satu sama lain.
Untuk Dimsum Mentai (siomay atau hakau):
- Kulit dimsum tipis dari tepung terigu yang sudah jadi atau dibuat sendiri
- Udang segar yang dicincang kasar sebagai isian utama yang memberikan tekstur kenyal
- Daging ayam atau babi cincang sebagai pelengkap isian yang memperkaya rasa
- Jahe parut, minyak wijen, kecap asin, dan sedikit gula sebagai bumbu isian
- Tepung tapioka sebagai pengikat yang membuat isian lebih kenyal dan tidak berantakan
Untuk saus Dimsum Mentai:
- Mentaiko atau telur ikan pollock berbumbu yang bisa ditemukan di supermarket Jepang
- Mayones Jepang seperti Kewpie yang lebih creamy dan sedikit manis dari mayones biasa
- Sedikit kecap asin dan minyak wijen untuk kedalaman rasa
- Perasan jeruk lemon untuk keasaman yang menyegarkan
- Keju mozzarella parut sebagai topping yang meleleh indah saat dipanggang
Cara Membuat Dimsum Mentai
Prosesnya terbagi menjadi dua tahap utama: membuat dimsum kukus dan menyiapkan saus mentai.
- Siapkan isian dengan mencampurkan udang cincang, daging cincang, jahe, minyak wijen, kecap asin, gula, dan tepung tapioka. Aduk searah hingga adonan kalis dan lengket.
- Ambil selembar kulit dimsum, letakkan satu sendok makan isian di tengah. Bentuk dengan cara melipat dan meremas tepi kulit hingga menyerupai mangkuk terbuka di atasnya.
- Kukus dimsum selama delapan hingga sepuluh menit hingga matang sempurna dan kulit menjadi transparan.
- Sementara itu, buat saus mentai dengan mencampurkan mentaiko yang sudah dikeluarkan dari membrannya bersama mayones Jepang, kecap asin, minyak wijen, dan perasan lemon. Aduk rata.
- Letakkan dimsum kukus di atas loyang. Oleskan saus mentai secara generous di atas setiap dimsum. Taburi keju mozzarella parut.
- Panggang dengan api atas (broiler) selama tiga hingga lima menit hingga saus mentai berwarna keemasan dan keju meleleh berbintik-bintik cokelat cantik. Sajikan segera.
Cita Rasa yang Memadukan Dua Dunia Dimsum Mentai
Menggigit dimsum mentai yang baru keluar dari pemanggang adalah pengalaman berlapis. Pertama, keju yang meleleh di permukaan menyambut dengan gurih yang familiar. Kemudian, saus mentai yang creamy dan beraroma laut mulai dominan, membawa rasa yang jauh lebih kompleks dari sekadar mayones biasa. Selain itu, isian dimsum yang kenyal dan segar dari udang menjadi fondasi yang menstabilkan semua rasa di atasnya.
Hasilnya adalah hidangan yang terasa akrab sekaligus baru. Bagi penikmat dimsum, ia terasa seperti versi yang lebih kaya dari yang biasa dimakan. Sementara itu, bagi penggemar masakan Jepang, ia terasa seperti perkenalan hangat dengan tradisi kuliner lain yang ternyata sangat cocok berpadu.
Dimsum Mentai di Indonesia: Tren yang Terus Berkembang
Di Indonesia, dimsum mentai kini bisa ditemukan di berbagai tempat, mulai dari restoran dimsum premium hingga cloud kitchen yang melayani pesanan daring. Kreativitas para pelaku kuliner lokal membuat variasi dimsum mentai terus berkembang, dengan beberapa gerai bahkan menawarkan dimsum mentai dengan tambahan truffle oil. Tobiko, atau bahkan uni yang menjadikannya sajian premium dengan harga yang sepadan.
Penutup: Dimsum Mentai, Bukti bahwa Fusion Terbaik Lahir dari Rasa Hormat
Dimsum mentai berhasil bukan karena memaksakan dua hal yang tidak sejalan. Sebaliknya, ia berhasil justru karena keduanya, dimsum dan mentai, sama-sama menghargai kesegaran bahan dan keseimbangan rasa. Sebab di situlah titik temu yang sesungguhnya.
Ketika dua tradisi kuliner besar bertemu dengan rasa hormat terhadap keduanya, hasilnya selalu lebih dari sekadar jumlah bagian-bagiannya. Selain itu, dimsum mentai membuktikan bahwa inovasi kuliner yang baik bukan tentang menggabungkan hal-hal yang sedang tren, melainkan tentang menemukan harmoni yang sesungguhnya.
Oleh karena itu, setiap gigitan dimsum mentai adalah pengingat bahwa dunia kuliner masih penuh kemungkinan yang belum terjamah, menunggu tangan-tangan kreatif yang berani bereksperimen dengan rasa hormat dan rasa ingin tahu yang sama besarnya..
Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Food
Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti: Chawanmushi: Custard Telur Jepang yang Lembut dan Menawan - gengtoto
