Sat. Jun 6th, 2026
Churchkhela

JAKARTA, odishanewsinsight.com – Churchkhela adalah camilan yang penampilannya paling tidak biasa di dunia kuliner. Deretan kacang yang diuntai pada benang dan dicelupkan berulang kali ke dalam campuran sari anggur. Dan tepung gandum yang dimasak hingga menghasilkan lapisan kenyal berwarna merah gelap atau kuning tua yang menyerupai lilin panjang. Selanjutnya, ia digantung dan dibiarkan mengering selama beberapa hari hingga permukaannya keras dan lapisan dalamnya tetap kenyal.

Namun churchkhela bukan hanya camilan yang unik secara visual. Selain itu, ia adalah makanan dengan sejarah sangat panjang yang sudah menemani tentara Georgia di medan perang selama lebih dari seribu tahun. Oleh karena itu, memahamichurchkhela berarti memahami kecerdikan dan ketangguhan budaya Georgia yang sangat kaya.

Sejarah Churchkhela di Georgia

Churchkhela

Churchkhela sudah dikenal di Georgia setidaknya sejak abad ke-12, dan beberapa ahli sejarah memperkirakan asal-usulnya jauh lebih tua dari itu. Pertama, para tentara Georgia membawachurchkhela dalam perjalanan perang karena ia ringan. Padat kalori, dan tidak mudah rusak bahkan dalam kondisi yang sangat tidak ideal. Kedua, kandungan gula dari sari anggur. Lemak dari kacang, dan karbohidrat dari tepung menjadikannya sumber energi yang sangat seimbang dan sangat efisien. Selanjutnya, kemampuan churchkhela bertahan selama berbulan-bulan tanpa refrigerasi adalah kualitas yang sangat berharga di era sebelum teknologi pengawetan modern.

Churchkhela kini diakui sebagai bagian dari warisan budaya takbenda Georgia. Selain itu, proses pembuatannya yang sangat tradisional masih dijaga dengan sangat ketat oleh para pengrajin di berbagai daerah Georgia, terutama di Kakheti yang merupakan wilayah anggur utama Georgia.

Churchkhela di Kakheti: Pusat Tradisi

Kakheti adalah jantung dari tradisi churchkhela Georgia. Pertama, wilayah ini adalah penghasil anggur terbesar di Georgia yang menyediakan sari anggur berkualitas terbaik untuk membuat churchkhela. Kedua, setiap musim gugur selama panen anggur, keluarga-keluarga di Kakheti membuat churchkhela dalam jumlah sangat besar sebagai bagian dari perayaan panen yang sangat meriah. Selanjutnya, jenis anggur yang digunakan sangat menentukan warna dan rasa churchkhela yang dihasilkan. Selain itu, anggur merah menghasilkan churchkhela berwarna merah gelap sementara anggur putih menghasilkan yang berwarna kuning keemasan atau hijau pucat.

Bahan-Bahan untuk Churchkhela

Kesederhanaan bahan churchkhela sangat kontras dengan kerumitan proses pembuatannya.

  • Sari anggur segar yang diperas dari buah anggur matang sebagai bahan utama lapisan luar
  • Tepung terigu atau tepung jagung sebagai pengental yang mengubah sari anggur menjadi pasta kenyal
  • Kacang kenari atau walnut sebagai isian utama yang paling tradisional Georgia
  • Kacang hazel atau kacang almond sebagai alternatif isian yang juga sangat populer
  • Benang tebal atau tusuk sate panjang untuk menguntai kacang sebelum dicelupkan
  • Gula opsional jika sari anggur kurang manis

Pemilihan Kacang yang Tepat

Pertama, kacang kenari adalah pilihan paling tradisional karena tumbuh sangat melimpah di Georgia dan memiliki rasa yang paling cocok dengan sari anggur. Kedua, kacang harus dipilih yang segar dan berkualitas baik karena churchkhela akan bertahan lama. Dan rasa kacang yang tengik akan merusak seluruh produk. Selanjutnya, beberapa pembuat churchkhela merendam kacang dalam air dingin semalaman untuk mengurangi rasa pahit alami kacang kenari. Selain itu, ukuran kacang yang seragam menghasilkan churchkhela yang lebih rapi dan lebih estetis.

Cara Membuat Churchkhela

Proses pembuatan churchkhela membutuhkan waktu dan ketelitian yang sangat tinggi.

  1. Untai kacang pada benang tebal dengan jarum, biarkan sedikit jarak di antara setiap kacang. Ikat ujung benang dan gantungkan di tempat yang sudah disiapkan.
  2. Buat badagi atau larutan sari anggur kental: panaskan sari anggur dengan api sedang hingga volumenya berkurang sekitar sepertiga. Selanjutnya, tambahkan tepung sedikit demi sedikit sambil terus diaduk hingga campuran mengental seperti puding yang kental namun masih bisa mengalir.
  3. Celupkan untaian kacang ke dalam badagi yang masih panas. Angkat dan biarkan lapisan pertama mengering selama 30 menit. Namun jangan biarkan terlalu lama sebelum dicelupkan lagi.
  4. Ulangi proses pencelupan hingga lima hingga delapan kali sampai lapisan yang terbentuk cukup tebal, sekitar 3 hingga 5 milimeter.
  5. Gantungkan churchkhela di tempat yang berventilasi baik dan terkena angin. Biarkan mengering selama 3 hingga 7 hari. Selanjutnya, lapisan luar akan mengeras sementara bagian dalamnya tetap sedikit kenyal.
  6. Churchkhela siap ketika permukaan luarnya terasa kering dan sedikit berbedak, namun masih terasa lentur ketika dibengkokkan. Simpan di tempat yang kering dan sejuk.

Cita Rasa yang Sangat Khas dan Sangat Kompleks

Churchkhela memiliki profil rasa yang sangat unik. Pertama, lapisan sari anggur yang kenyal memberikan manis yang khas dari buah anggur yang terkonsentrasi, sedikit asam, dan sangat beraroma. Selanjutnya, kacang kenari di dalamnya memberikan rasa yang kaya dan sedikit pahit yang sangat kontras dengan manisnya lapisan luar. Kemudian, teksturnya yang kenyal di luar. Renyah di dalam adalah kombinasi yang sangat memuaskan dan sangat berbeda dari camilan lain manapun. Selain itu, aroma fermentasi ringan dari sari anggur yang sudah dimasak memberikan dimensi rasa yang sangat kompleks.

Churchkhela dalam Tradisi dan Perayaan Georgia

Churchkhela bukan hanya camilan sehari-hari. Misalnya, dalam berbagai upacara pernikahan Georgia, churchkhela hadir sebagai salah satu sajian tradisional yang wajib ada. Selanjutnya, dalam perayaan musim panen atau rtveli di Kakheti, proses membuat churchkhela bersama adalah momen komunal yang sangat meriah dan sangat ditunggu. Selain itu, churchkhela juga sangat populer sebagai oleh-oleh khas Georgia yang paling mudah dikenali karena penampilannya yang sangat unik dan tidak ada duanya.

Churchkhela juga semakin populer di luar Georgia sebagai camilan alami tanpa bahan pengawet. Misalnya, berbagai toko makanan organik di Eropa sudah menjual churchkhela sebagai alternatif sehat dari permen dan cokelat kemasan. Selanjutnya, kandungan walnut yang kaya omega-3 dan sari anggur yang kaya antioksidan menjadikannya pilihan camilan yang sangat bergizi. Selain itu, para atlet dan pecinta gaya hidup aktif di Georgia secara tradisional mengonsumsi churchkhela sebagai sumber energi alami sebelum aktivitas fisik yang berat.

Penutup: Churchkhela, Camilan yang Mengalahkan Waktu

Churchkhela mengajarkan bahwa inovasi terbaik tidak selalu tentang teknologi yang canggih. Sebab para pembuat churchkhela pertama di Georgia lebih dari seribu tahun lalu hanya menggunakan sari anggur, tepung, dan kacang. Namun mereka menciptakan sesuatu yang begitu sempurna hingga tidak ada yang perlu diubah selama lebih dari seribu tahun berikutnya.

Selanjutnya, churchkhela mengajarkan tentang kecerdikan kuliner yang lahir dari kebutuhan nyata. Selain itu, makanan yang dibuat untuk bertahan lama dan memberi energi di medan perang ternyata juga menjadi camilan yang sangat dinikmati di saat damai.

Oleh karena itu, ketika menemukanchurchkhela di toko atau pasar tradisional Georgia, ambillah dan gigit dengan penuh rasa ingin tahu. Karena dalam lapisan kenyal berwarna gelap itu tersimpan lebih dari seribu tahun sejarah. Kecerdikan, dan cinta seorang bangsa terhadap warisan kuliner mereka.

Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Food

Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti:

Author

By siti