Sun. Jan 4th, 2026
Es Regal

odishanewsinsight.comEs regal itu tipe minuman yang sekali lewat di depan mata, susah pura-pura tidak lihat. Gelas bening, es batu beradu, susu kental manis mengalir pelan, lalu remahan biskuit regal mengambang seperti “topping” yang niat. Saya sering bilang, es regal ini bukan cuma minuman—ini semacam tiket pulang ke masa kecil, ke momen buka kaleng biskuit di rumah nenek, yang isinya kadang biskuit, kadang jarum dan benang, ya ampun.

Sebagai pembawa berita kuliner, saya suka memperhatikan pola: tren minuman datang silih berganti, tapi yang bertahan lama biasanya punya dua hal. Rasanya enak, jelas. Tapi juga punya cerita yang nempel. Es regal punya keduanya. Manisnya familiar, teksturnya rame, dan ada rasa “rumahan” yang bikin orang nyaman. Di beberapa tempat, es regal malah jadi menu penyelamat; saat pengunjung bingung mau pesan apa, mereka memilih es regal karena terasa aman. Aman tapi tetap memuaskan.

Kenapa Es Regal Bisa Meledak Lagi: Bukan Cuma Viral, Tapi Relevan

Es Regal

Kalau kita bedah, es regal tidak benar-benar “baru”. Yang baru itu cara orang mengemasnya, menyajikannya, dan mempopulerkannya. Sekarang, es regal sering hadir dalam porsi jumbo, tampil estetik, dan kadang ditambah topping macam-macam: keju parut, cokelat, bahkan boba. Ada yang bilang ini efek tren minuman manis, tapi saya melihatnya lebih spesifik. Es regal itu minuman yang mudah dimodifikasi tanpa kehilangan identitas. Biskuit regal tetap jadi bintang, susu tetap jadi dasar, es tetap jadi penyegar.

Di catatan gaya liputan ala WeKonsep Green Tower, satu hal yang sering jadi indikator tren kuliner bertahan adalah “repeat order”. Es regal punya repeat order tinggi karena orang minum sekali, lalu kepikiran lagi. Bukan karena wah, tapi karena comforting. Ada rasa milky yang lembut, ada aroma biskuit yang khas, dan ada tekstur remah yang bikin tiap teguk terasa berbeda. Kadang kamu dapat remah halus, kadang dapat potongan agak besar yang harus kamu kunyah pelan. Ini pengalaman minum yang tidak membosankan.

Yang menarik, es regal juga masuk ke dua pasar sekaligus. Anak muda suka karena tampilannya menarik dan rasanya manis. Orang dewasa suka karena ada nostalgia. Jarang ada minuman yang bisa menjembatani dua kelompok ini tanpa harus berusaha keras. Es teh manis bisa, tapi ya itu… biasa. Es regal menawarkan “kecil-kecil bahagia” yang terasa spesial.

Mengenal Karakter Rasa: Manis, Creamy, dan Ada “Biskuit” yang Beneran Terasa

Ngomongin es regal, kita harus jujur: ini minuman manis. Tapi manisnya bukan yang tajam. Manisnya cenderung bulat, karena ketemu susu. Kalau kamu pakai susu kental manis, rasa manisnya dominan dan aromanya khas. Kalau pakai susu cair full cream, rasa lebih ringan, lebih “clean”, dan biskuitnya lebih menonjol. Kalau pakai kombinasi, biasanya paling aman: ada body dari susu cair, ada “tendangan” manis dari kental manis.

Biskuit regal sendiri punya ciri yang gampang dikenali. Ada aroma buttery, ada rasa biskuit susu yang seperti biskuit bayi tapi versi lebih dewasa. Teksturnya ketika direndam juga unik: cepat lembek, tapi kalau kamu atur cara masukinnya, kamu bisa dapat dua tekstur sekaligus—sebagian lembut, sebagian masih renyah. Dan ini yang sering jadi pembeda antara es regal yang “sekadar jadi” dan es regal yang bikin orang bilang, “Eh ini enak banget, kok bisa pas ya.”

Saya pernah lihat penjual yang menaruh remah biskuit dari awal, lalu diblender sebentar dengan susu dan es. Hasilnya seperti milkshake biskuit, super creamy, lebih modern. Tapi ada juga yang mempertahankan gaya klasik: susu, es, biskuit diremukkan terakhir. Ini lebih segar, lebih ringan, dan memberikan sensasi ngunyah yang jelas. Dua-duanya sah. Tinggal kamu mau bermain di mana: di sisi dessert berat atau di sisi minuman segar.

Bahan Dasar yang Sering Dipakai dan Fungsi Tiap Komponen

Es regal yang enak itu bukan soal bahan mahal. Tapi soal paham fungsi bahan. Saya rangkum dengan gaya yang gampang dipraktikkan, karena banyak orang mengira “ah tinggal campur-campur”. Iya, tapi kalau salah komposisi, bisa enek, bisa hambar, atau teksturnya aneh.

Kunci utama biasanya terdiri dari susu kental manis, susu cair atau evaporated milk, air dan es batu, biskuit regal, lalu opsional seperti keju parut dan krimer. Susu kental manis memberi rasa manis dan aroma khas. Susu cair memberi volume, menyeimbangkan manis, dan bikin minuman terasa lebih “minumable”, bukan seperti saus. Evaporated milk memberi rasa creamy yang lebih tebal tanpa semanis kental manis. Krimer bubuk memberi mouthfeel dan aroma, tapi kalau kebanyakan bisa bikin rasa “kosong” dan terlalu wangi buatan.

Es batu bukan cuma pendingin. Es batu adalah pengontrol intensitas. Semakin banyak es, semakin ringan rasa. Semakin sedikit es, semakin berat dan manis. Ini penting kalau kamu jualan. Karena orang minum di tempat dan dibawa pulang beda perilakunya. Es regal untuk dibawa pulang sebaiknya manisnya sedikit ditahan, karena nanti esnya mencair dan mengencerkan.

Biskuit regal juga punya peran dobel: rasa dan tekstur. Kalau kamu hancurkan terlalu halus, dia jadi pengental dan bikin minuman cepat “berat”. Kalau kamu sisakan pecahan, dia jadi topping yang bikin sensasi. Saya sering menyarankan: bagi biskuit jadi dua. Separuh dihancurkan halus untuk rasa, separuh dipecah kasar untuk tekstur. Ini trik sederhana, tapi efeknya terasa.

Resep Es Regal Rumahan yang Rasanya “Nendang” tapi Tetap Seimbang

Saya kasih versi yang realistis untuk dibuat di rumah, tanpa alat ribet. Ini gaya es regal yang segar, bukan yang super pekat seperti dessert cup. Cocok untuk satu porsi besar.

Siapkan biskuit regal sekitar satu genggam, susu kental manis secukupnya, susu cair full cream sekitar satu gelas, es batu, dan sedikit air matang bila ingin lebih ringan. Hancurkan biskuit: sebagian halus, sebagian kasar. Masukkan es batu ke gelas. Tuang susu cair. Tambahkan susu kental manis pelan-pelan, sambil cicip sedikit. Lalu masukkan biskuit yang halus dan aduk. Terakhir, taburkan biskuit yang kasar di atasnya. Kalau kamu suka, tambahkan parutan keju tipis sebagai aksen asin.

Yang sering dilupakan orang adalah urutan. Kalau biskuit dimasukkan dari awal semua, teksturnya hilang. Kalau susu kental manis langsung kebanyakan, minuman jadi “tutup botol” alias bikin seret. Jadi, mainkan urutan dan intensitas. Sedikit-sedikit dulu. Ini bukan lomba siapa paling manis.

Kalau kamu ingin versi lebih creamy dan lebih “cafe style”, kamu bisa tambahkan sedikit evaporated milk. Atau kalau ingin versi lebih ringan, ganti sebagian susu cair dengan air atau susu rendah lemak. Tapi konsekuensinya rasa biskuit harus lebih dominan agar tetap terasa.

Trik Tekstur: Cara Biar Biskuit Tidak Langsung Lembek Semua

Di sinilah banyak orang gagal tapi tidak sadar. Es regal yang “biasa” sering punya masalah: lima menit pertama enak, sepuluh menit kemudian jadi bubur. Kalau kamu suka bubur biskuit, ya tidak apa. Tapi kalau kamu mau tetap ada crunch, ada cara.

Trik pertama adalah jangan campur semua biskuit. Simpan sebagian untuk topping di menit terakhir. Bahkan, kalau kamu sajikan untuk tamu, bawa topping biskuit terpisah. Biar mereka tabur sendiri. Ini juga bikin pengalaman terasa interaktif, seperti minuman beneran dipikirin.

Trik kedua adalah gunakan biskuit yang dipecah kasar untuk topping. Remah halus cepat menyerap cairan. Pecahan kasar memberi waktu lebih lama sebelum lembek total. Trik ketiga, jangan aduk terlalu agresif setelah topping masuk. Biarkan topping “mengapung”. Aduk sedikit saja pas mau minum.

Trik keempat, kalau kamu pakai gelas besar dan es banyak, suhu dingin membantu memperlambat proses lembek. Ini bukan sains roket, tapi efeknya nyata. Biskuit yang tenggelam di cairan hangat akan lebih cepat hancur. Jadi, pastikan semua komponen dingin, terutama susu.

Saya pernah melihat satu kedai kecil yang menyimpan susu di kulkas khusus minuman, suhunya lebih rendah dari kulkas rumah biasa. Hasilnya? Es regal mereka punya tekstur yang lebih stabil, dan rasanya lebih “fresh”. Hal kecil, tapi terasa.

Variasi Es Regal yang Masuk Akal dan Tidak Merusak Rasa Asli

Variasi itu sah, tapi saya selalu bilang: jangan sampai topping lebih heboh daripada minumannya. Es regal punya karakter lembut dan nostalgia. Kalau kamu tambahkan terlalu banyak elemen, dia bisa kehilangan identitas dan berubah jadi “es campur susu” generik.

Variasi yang paling aman biasanya es regal keju. Keju parut memberi rasa asin-gurih yang memotong manis. Tapi gunakan tipis saja, jangan seperti gunung. Lalu ada es regal cokelat, biasanya dengan tambahan cokelat bubuk atau saus cokelat. Ini cocok untuk yang suka rasa lebih bold. Tapi ingat, cokelat juga manis, jadi kurangi kental manis.

Ada juga versi es regal kopi. Ini favorit saya untuk yang sudah “capek” minuman manis polos. Tambahkan sedikit espresso atau kopi hitam pekat yang sudah dingin. Rasa biskuitnya jadi lebih dewasa. Seperti biskuit dicelup kopi, tapi versi dingin. Ini juga menarik untuk pasar pekerja kantoran yang ingin manis tapi tetap ada caffeine.

Versi buah juga ada, misalnya es regal mangga atau stroberi, tapi ini yang paling riskan. Buah punya asam. Kalau salah, susu bisa terasa aneh. Kalau mau aman, gunakan buah yang sudah diolah jadi puree manis, dan jangan terlalu banyak. Fokus tetap biskuit.

Kalau kamu mau tampil beda tanpa ribet, coba tambahkan sedikit garam. Bukan untuk asin, tapi untuk menonjolkan rasa biskuit dan susu. Sedikit saja, serius. Ini trik dapur yang sering dipakai untuk dessert.

Temukan Informasi Lengkapnya Tentang: Food

Baca Juga Artikel Berikut: Boba Milk dan Gelombang Baru Kuliner Manis yang Menggoda Rasa dan Imajinasi

Author

By Paulin