JAKARTA, odishanewsinsight.com – Di sebuah sudut kota Porto, Portugal, terdapat hidangan yang mampu membuat siapapun jatuh cinta pada gigitan pertama. Namanya Francesinha, sebuah sandwich berlapis yang menggabungkan berbagai jenis daging, keju leleh yang mengalir sempurna, dan saus berbahan dasar bir yang kaya rasa. Bukan sekadar sandwich biasa, Francesinha adalah simbol kebanggaan kuliner masyarakat Porto yang telah menemani generasi demi generasi sejak pertengahan abad ke-20.
Bayangkan dua lembar roti tawar tebal yang mengapit kombinasi ham, sosis linguiça, sosis segar, dan steak daging sapi. Seluruh konstruksi tersebut kemudian diselimuti keju yang dilelehkan hingga membentuk lapisan keemasan yang menggoda. Terakhir, saus cokelat kemerahan berbahan dasar bir dan tomat disiramkan dengan murah hati, meresap ke setiap lapisan dan menciptakan harmoni rasa yang sulit dilupakan.
Seorang chef Indonesia yang pernah menjalani pelatihan di Porto mengisahkan pengalaman pertamanya mencicipi Francesinha. Menurutnya, tidak ada hidangan lain yang mampu memberikan sensasi comfort food sedemikian intens. Setiap suapan menghadirkan tekstur berbeda, mulai dari roti yang lembut menyerap saus, daging yang juicy, hingga keju yang stretchy sempurna. Sebuah pengalaman kuliner yang wajib dicoba setidaknya sekali seumur hidup.
Sejarah dan Asal Usul Francesinha

Francesinha lahir di kota Porto pada dekade 1950-an, hasil kreasi seorang imigran bernama Daniel da Silva yang baru kembali dari Prancis. Terinspirasi oleh croque-monsieur, sandwich keju klasik Prancis, Daniel menciptakan versi yang jauh lebih ekstravagant dan sesuai dengan selera maskulin pekerja pelabuhan Porto pada masa itu.
Nama Francesinha sendiri secara harfiah berarti “gadis Prancis kecil” dalam bahasa Portugis, sebuah referensi pada inspirasi asalnya dari negeri Napoleon. Namun, jika croque-monsieur terkesan elegan dan ringan, Francesinha justru hadir sebagai hidangan yang berani, berlimpah, dan tanpa kompromi dalam hal porsi maupun rasa.
Restoran pertama yang menyajikan Francesinha adalah A Regaleira di Porto, dan hingga kini masih beroperasi melayani pelanggan setia. Dari satu restoran kecil tersebut, Francesinha menyebar ke seluruh Portugal dan kini menjadi salah satu hidangan nasional yang paling dicari oleh wisatawan kuliner dari seluruh dunia.
Menariknya, setiap restoran di Porto memiliki resep saus rahasia masing-masing yang dijaga ketat. Kompetisi informal antar restoran untuk menyajikan Francesinha terbaik menjadi bagian dari budaya kuliner kota tersebut. Penduduk lokal bahkan memiliki restoran favorit masing-masing dan akan mempertahankan pilihan mereka dengan penuh semangat.
Bahan-Bahan Utama Francesinha
Membuat Francesinha autentik memerlukan bahan-bahan berkualitas yang setiap komponennya memiliki peran penting dalam membangun profil rasa keseluruhan. Tidak ada yang boleh disubstitusi sembarangan jika ingin mendapatkan hasil mendekati versi asli dari Porto.
Berikut adalah bahan-bahan utama yang diperlukan:
- Roti tawar putih dengan tekstur padat, idealnya roti berbentuk persegi dengan ketebalan sekitar 2 sentimeter per lembar
- Ham atau presunto Portugal yang sudah diiris tipis
- Sosis linguiça yang merupakan sosis asap khas Portugal dengan bumbu paprika
- Sosis segar atau chipolata yang tidak diasap
- Steak daging sapi dengan ketebalan sedang, dimasak medium atau sesuai selera
- Keju yang mudah leleh seperti Edam, Gouda, atau campuran keju cheddar dengan mozzarella
- Telur ayam untuk topping opsional, biasanya digoreng setengah matang
Untuk saus yang menjadi jiwa dari Francesinha, bahan-bahannya meliputi:
- Bir hitam atau lager Portugal sebagai base utama saus
- Kaldu sapi atau kaldu ayam yang kental
- Pasta tomat atau tomat segar yang dihaluskan
- Bawang bombay dan bawang putih sebagai aromatis
- Daun salam dan piri-piri atau cabai untuk depth of flavor
- Mentega dan tepung untuk pengental
- Garam, merica, dan sedikit gula untuk balancing
Cara Membuat Francesinha Autentik
Proses pembuatan Francesinha memerlukan beberapa tahap yang harus dilakukan dengan urutan tepat. Meskipun terlihat rumit, setiap langkah sebenarnya cukup straightforward jika sudah memahami konsep dasarnya.
Berikut langkah-langkah pembuatan Francesinha:
- Siapkan saus terlebih dahulu karena memerlukan waktu memasak paling lama, sekitar 30 hingga 45 menit untuk mengembangkan rasa optimal
- Tumis bawang bombay dan bawang putih dengan mentega hingga harum dan keemasan
- Tambahkan pasta tomat dan aduk hingga karamelisasi ringan untuk menghilangkan rasa asam mentah
- Tuangkan bir dan biarkan alkohol menguap selama beberapa menit
- Masukkan kaldu, daun salam, dan bumbu lainnya, lalu simmer dengan api kecil
- Saring saus untuk mendapatkan tekstur halus, kemudian kentalkan dengan campuran mentega dan tepung jika diperlukan
- Panggang atau goreng steak sesuai tingkat kematangan yang diinginkan dan sisihkan
- Panaskan sosis linguiça dan sosis segar di pan yang sama untuk mengambil flavor dari steak
- Susun sandwich dimulai dengan selembar roti, kemudian ham, sosis linguiça, sosis segar, dan steak
- Tutup dengan selembar roti kedua dan pindahkan ke wadah tahan panas
- Selimuti seluruh sandwich dengan keju parut atau irisan keju
- Panggang dalam oven atau di bawah broiler hingga keju leleh dan sedikit kecokelatan
- Siramkan saus panas dengan murah hati, tambahkan telur goreng setengah matang di atasnya jika diinginkan
- Sajikan segera selagi panas dengan kentang goreng sebagai pendamping klasik
Profil Rasa dan Tekstur yang Kompleks
Francesinha adalah symphony of flavors yang menghadirkan pengalaman multidimensi di setiap suapan. Kompleksitas rasa yang ditawarkan menjadikannya berbeda dari sandwich manapun yang pernah diciptakan.
Saus berbahan dasar bir memberikan depth yang tidak bisa ditiru oleh bahan lain. Kepahitan ringan dari bir berpadu dengan manis asam tomat menciptakan base flavor yang addictive. Bumbu seperti piri-piri menambahkan heat yang subtle namun persistent, membangunkan seluruh taste bud tanpa mendominasi.
Komponen daging masing-masing menyumbangkan karakteristik unik. Ham memberikan salinitas dan umami yang dalam. Linguiça menghadirkan smoky notes dengan hint paprika yang khas. Sosis segar menambah juiciness dan tekstur yang lebih tender. Sementara steak menjadi anchor protein yang substantial dan memuaskan.
Keju yang dilelehkan bukan sekadar pelengkap visual. Fungsinya adalah sebagai pengikat seluruh komponen sekaligus menambah richness dan creamy mouthfeel. Ketika dipotong, keju akan menarik dengan cantik, memberikan visual appeal yang membuat siapapun ingin segera menyantapnya.
Roti yang sudah menyerap saus bertransformasi menjadi sesuatu yang sama sekali berbeda dari tekstur aslinya. Bagian luar tetap mempertahankan sedikit struktur sementara bagian dalam menjadi lembut dan penuh rasa. Kontras tekstur antara roti yang saucy dengan daging yang tetap memiliki bite menjadi salah satu charm utama Francesinha.
Variasi Modern dan Adaptasi Regional
Seiring berjalannya waktu, Francesinha mengalami berbagai modifikasi dan adaptasi sesuai kreativitas chef maupun preferensi regional. Meskipun purist mungkin bersikeras pada versi klasik, variasi ini memperkaya khazanah kuliner dan membuka Francesinha untuk audiens yang lebih luas.
Francesinha Vegetariana hadir untuk mengakomodasi mereka yang tidak mengonsumsi daging. Protein digantikan dengan kombinasi jamur portobello yang dipanggang, seitan, atau keju halloumi yang digoreng. Saus tetap dibuat dengan bir namun menggunakan kaldu sayuran sebagai pengganti kaldu daging.
Francesinha do Mar adalah versi seafood yang menggantikan daging dengan kombinasi udang, cumi, dan ikan putih. Saus juga diadaptasi dengan menambahkan elemen seperti fish stock dan sedikit white wine untuk menyesuaikan dengan karakter protein laut.
Beberapa restoran modern bahkan menciptakan Francesinha Mini sebagai appetizer atau tapas-style dish. Ukurannya diperkecil namun tetap mempertahankan semua lapisan essential, cocok untuk mereka yang ingin mencicipi tanpa berkomitmen pada porsi penuh yang sangat mengenyangkan.
Di Brasil, imigran Portugal membawa Francesinha dan mengadaptasinya dengan bahan lokal. Versi Brasil terkadang menggunakan carne seca atau calabresa sebagai pengganti sosis Portugal yang sulit didapatkan. Hasilnya tetap lezat meskipun memiliki profil rasa yang sedikit berbeda.
Tips Menikmati Francesinha dengan Sempurna
Menyantap Francesinha adalah pengalaman yang memerlukan pendekatan tersendiri. Bukan hidangan yang bisa dimakan dengan terburu-buru atau sambil melakukan aktivitas lain. Francesinha menuntut perhatian penuh dan apresiasi terhadap setiap komponennya.
Berikut tips untuk pengalaman optimal:
- Selalu makan Francesinha selagi panas ketika keju masih leleh dan saus masih mengalir sempurna
- Gunakan pisau dan garpu untuk memotong porsi yang manageable, bukan mencoba mengangkat dengan tangan seperti sandwich biasa
- Pastikan setiap potongan menyertakan semua lapisan dari roti atas hingga roti bawah
- Celupkan kentang goreng pendamping ke dalam saus yang menggenang di piring untuk bonus flavor
- Siapkan minuman yang bisa memotong richness, seperti bir dingin atau vinho verde yang segar
- Jangan tergoda untuk langsung menyantap setelah disajikan, tunggu sekitar satu hingga dua menit agar suhu sedikit turun dan tidak membakar mulut
- Sisihkan waktu yang cukup karena Francesinha bukan hidangan yang bisa diselesaikan dalam lima menit
Membawa Cita Rasa Porto ke Dapur Rumah
Membuat Francesinha di rumah mungkin memerlukan sedikit usaha ekstra, terutama dalam mencari bahan-bahan autentik. Namun, dengan substitusi yang tepat, hidangan ini tetap bisa direproduksi dengan hasil memuaskan.
Linguiça Portugal bisa digantikan dengan chorizo Spanyol yang lebih mudah ditemukan di supermarket besar atau toko daging specialty. Meskipun profil rasanya sedikit berbeda, smoky dan spicy character tetap terwakili dengan baik.
Untuk bir, pilihlah lager atau stout dengan karakter yang tidak terlalu hoppy. Bir dengan notes caramel atau malty akan memberikan hasil terbaik untuk saus. Hindari IPA atau bir dengan kepahitan tinggi karena bisa membuat saus terasa harsh.
Keju yang digunakan bisa berupa campuran dari apa yang tersedia. Kombinasi cheddar untuk sharp flavor dengan mozzarella untuk meltability adalah pilihan yang praktis dan tetap menghasilkan topping yang delicious.
Kesimpulan: Warisan Kuliner yang Layak Dijelajahi
Francesinha adalah bukti bahwa sebuah sandwich bisa menjadi jauh lebih dari sekadar roti dengan isian. Ini adalah karya seni kuliner yang merepresentasikan semangat dan karakter masyarakat Porto, hidangan yang dibuat tanpa setengah-setengah dan dinikmati dengan penuh gairah.
Bagi pecinta kuliner yang belum pernah mencoba Francesinha, inilah saatnya memasukkan hidangan ini ke dalam bucket list. Baik dengan mengunjungi Porto secara langsung untuk pengalaman autentik maupun mencoba membuatnya di dapur sendiri, Francesinha menjanjikan petualangan rasa yang tidak akan terlupakan.
Setiap lapisan daging yang juicy, setiap aliran keju yang leleh, dan setiap tetes saus yang kaya menceritakan kisah tentang inovasi kuliner, kebanggaan regional, dan kecintaan terhadap makanan yang dibuat dengan sepenuh hati. Francesinha bukan sekadar makanan, melainkan pengalaman yang patut dirayakan.
Baca juga konten dengan artikel terkait tentang: Food
Baca juga artikel lainnya: Caldo Verde Resep Sup Hijau Portugal yang Menghangatkan
