Sun. Jan 18th, 2026
Adana Kebab

JAKARTA, odishanewsinsight.com – Di balik setiap tusukan daging panggang yang beraroma pekat itu, tersimpan kisah panjang dari kota Adana, Turki Selatan. Adana Kebab bukan sekadar makanan. Ia adalah perwujudan budaya, identitas, dan bahkan kebanggaan regional yang telah diwariskan selama puluhan tahun.

Dibandingkan dengan kebab pada umumnya, Adana Kebab memiliki ciri khas tersendiri: pedas, beraroma tajam, dan kaya rempah. Di banyak kota besar, termasuk Jakarta, kehadiran menu ini mulai mencuri perhatian pecinta kuliner Timur Tengah.

Seorang chef yang membuka warung kebab di kawasan Cipete pernah bercerita, “Banyak yang menyangka semua kebab sama, padahal Adana itu levelnya beda. Ini kebab yang bisa ‘menampar’ lidah karena bumbunya kuat.”

Asal-Usul dan Sejarah Singkat Adana Kebab

Adana Kebab

Kota Adana yang menjadi asal mula hidangan ini adalah salah satu kota terbesar di Turki, terletak dekat perbatasan Suriah. Dengan iklim panas dan masyarakat yang menyukai makanan berempah, tidak heran bila kebab dari daerah ini hadir dengan rasa yang lebih tegas.

Adana Kebab pertama kali dikenal luas pada awal abad ke-20. Menurut catatan lokal, kebab ini dahulu dibuat oleh para pekerja dan petani yang ingin menyantap daging dalam bentuk praktis namun tetap memuaskan. Lama-kelamaan, hidangan ini diadopsi oleh restoran kelas atas dan menjadi simbol kuliner Turki Selatan.

Pemerintah Turki bahkan mengatur standar pembuatan Adana Kebab secara resmi, mulai dari jenis daging hingga ukuran tusukan besi yang digunakan. Ini menunjukkan bahwa Adana Kebab bukan hanya makanan, tapi bagian dari warisan budaya.

Bahan-Bahan yang Membentuk Keaslian Rasa

Tidak seperti kebab biasa yang sering menggunakan campuran daging sapi atau ayam, Adana Kebab otentik hanya menggunakan daging kambing atau domba muda. Teksturnya lebih kenyal dan rasanya khas, terutama ketika dipadukan dengan lemak ekor domba yang dicincang halus.

Berikut adalah komponen utama yang membuat Adana Kebab begitu khas:

  • Daging Domba Segar: Biasanya dicincang kasar menggunakan pisau khusus, bukan digiling agar serat daging tetap terasa.

  • Lemak Ekor Domba: Memberikan kelembutan dan aroma khas saat dipanggang.

  • Cabai Merah Kering: Cabai dari daerah Urfa atau Maraş biasanya digunakan untuk rasa pedas alami dan aroma yang dalam.

  • Garam dan Bawang: Dihaluskan bersama untuk membentuk adonan yang lembut namun tetap berserat.

Dalam beberapa versi modern, terutama di luar Turki, digunakan campuran daging sapi dengan sedikit lemak kambing untuk menyesuaikan selera lokal.

Cara Membuat Adana Kebab yang Menggoda

Pembuatan Adana Kebab membutuhkan teknik yang sedikit berbeda dari kebab biasa. Karena tekstur adonannya tidak menggunakan binder seperti telur atau tepung, adonan harus cukup lengket agar menempel pada tusukan besi saat dipanggang.

Langkah-langkahnya:

  1. Cincang daging dan lemak dengan halus, tanpa menggiling.

  2. Campur dengan bawang, cabai, dan garam. Uleni hingga menyatu dan sedikit lengket.

  3. Tancapkan adonan ke tusukan besi pipih. Padatkan dengan tangan basah agar tidak retak saat dibakar.

  4. Panggang di atas bara api atau grill panas sambil dibalik hingga permukaan kecokelatan dan aromanya keluar.

  5. Sajikan dengan roti pipih (lavash), irisan tomat panggang, dan bawang merah iris.

Beberapa restoran menyajikan Adana Kebab bersama yoghurt dingin sebagai penyeimbang rasa, atau sumac (bumbu asam) untuk sentuhan segar.

Cita Rasa dan Tekstur: Meledak di Lidah

Saat pertama kali digigit, tekstur Adana Kebab terasa padat namun lembut. Lemak domba yang meleleh perlahan di lidah menyatu dengan rasa cabai dan asap dari bara yang meninggalkan jejak hangus tipis.

Bagi pecinta makanan pedas, Adana Kebab bisa menjadi “surga dalam satu tusuk.” Tapi bagi pemula, rasa ini bisa mengejutkan. Tidak heran bila beberapa restoran menyesuaikan tingkat kepedasan sesuai permintaan.

Kombinasi rasa daging yang dalam, rempah yang tajam, dan sentuhan smoky menjadikan Adana Kebab sebagai pengalaman kuliner yang utuh—bukan hanya mengenyangkan, tapi juga membekas.

Jejak Adana Kebab di Indonesia

Meski lebih akrab dengan kebab gaya Libanon atau Turki modern yang dibungkus roti pita, kini Adana Kebab mulai diperkenalkan di berbagai kota besar Indonesia. Restoran Timur Tengah otentik seperti di Bandung, Yogyakarta, hingga Bali sudah menyajikan versi asli maupun adaptasi lokal dari kebab ini.

Di Jakarta, Adana Kebab menjadi menu unggulan di beberapa restoran Turki autentik yang didatangkan langsung oleh diaspora Turki. Menariknya, minat terhadap menu ini justru tinggi di kalangan milenial, yang mencari alternatif dari makanan cepat saji biasa.

Beberapa kedai rumahan bahkan mulai membuat versi frozen-nya. Ini jadi peluang bisnis kuliner baru yang menjanjikan karena masyarakat mulai terbuka dengan rasa-rasa berani dan eksotis.

Budaya, Rasa, dan Kehangatan yang Dihadirkan

Lebih dari sekadar makanan, Adana Kebab adalah simbol kebersamaan. Di Turki, kebab ini biasanya disantap saat berkumpul bersama keluarga, pesta kecil di halaman rumah, atau saat perayaan keagamaan. Proses memanggang di atas bara sambil bercengkrama jadi ritual sosial tersendiri.

Atmosfer itu kini mulai terasa di Indonesia, saat AdanaKebab disajikan di acara keluarga atau gathering teman. Aroma asap, tawa yang mengiringi proses memanggang, dan gigitan pertama yang juicy—semuanya membentuk pengalaman yang jauh lebih dari sekadar makan malam.

Baca juga konten dengan artikel terkait tentang: Food

Baca juga artikel lainnya: Kimchi Jjigae: Rebusan Pedas Korea Penuh Cita Rasa

Author

By siti