Sun. Feb 1st, 2026
Pempek Panggang

PALEMBANG, odishanewsinsight.com  —   Pempek Panggang merupakan salah satu varian pempek yang memiliki karakter rasa paling khas dibanding jenis pempek lainnya. Jika pempek kapal selam terkenal dengan isian telur dan pempek lenjer identik dengan bentuk panjangnya, maka pempek panggang hadir dengan sensasi berbeda lewat proses pemanggangan yang menghasilkan aroma asap lembut dan rasa gurih yang lebih dalam. Kuliner ini tidak hanya sekadar makanan, tetapi juga bagian dari identitas kuliner Palembang yang diwariskan lintas generasi.

Di tengah gempuran makanan modern dan tren kuliner kekinian, PempekPanggang tetap bertahan sebagai favorit banyak orang. Tidak sedikit penikmat kuliner yang sengaja berburu pempek jenis ini karena rasanya yang lebih kompleks, teksturnya yang renyah di luar namun tetap lembut di dalam, serta isian ebi pedas manis yang menjadi ciri khasnya.

Jejak Sejarah Pempek Panggang di Tanah Palembang

Pempek Panggang tidak bisa dilepaskan dari sejarah panjang kuliner Palembang yang erat kaitannya dengan hasil perikanan Sungai Musi. Sejak dahulu, masyarakat Palembang memanfaatkan ikan sebagai bahan pangan utama. Pempek kemudian lahir sebagai cara kreatif untuk mengolah ikan agar lebih awet dan bernilai jual tinggi.

Pempek Panggang diyakini berkembang dari kebiasaan masyarakat memanggang sisa adonan pempek agar tidak terbuang. Proses pemanggangan ini ternyata justru menghasilkan cita rasa baru yang lebih kaya. Dari sinilah PempekPanggang mulai dikenal dan akhirnya memiliki tempat tersendiri di hati pecinta kuliner.

Berbeda dengan pempek rebus atau goreng, PempekPanggang awalnya lebih banyak dijajakan secara terbatas di lingkungan kampung. Namun seiring waktu, popularitasnya meningkat dan kini mudah ditemukan di berbagai sudut Palembang hingga kota-kota besar lainnya.

Ciri Khas Pempek Panggang yang Sulit Dilupakan

Keunikan Pempek Panggang terletak pada beberapa elemen penting yang membedakannya dari jenis pempek lain. Yang paling mencolok tentu saja aroma bakaran yang muncul dari proses pemanggangan langsung di atas bara api. Aroma ini memberikan sensasi tersendiri bahkan sebelum pempek disantap.

Pempek Panggang

Dari segi bentuk, Pempek Panggang biasanya berbentuk bulat pipih dengan bagian tengah yang diisi campuran ebi, cabai, bawang, dan gula merah. Isian ini menciptakan perpaduan rasa gurih, pedas, dan sedikit manis yang seimbang.

Teksturnya pun menjadi daya tarik tersendiri. Bagian luar pempek terasa sedikit kering dan renyah, sementara bagian dalamnya tetap kenyal dan lembut. Kombinasi tekstur ini membuat setiap gigitan terasa lebih memuaskan.

Proses Pembuatan yang Menentukan Rasa

Membuat Pempek Panggang membutuhkan ketelatenan dan teknik khusus. Adonan pempek dibuat dari campuran ikan giling, tepung sagu, air, dan bumbu sederhana. Kualitas ikan sangat menentukan hasil akhir, karena ikan segar akan menghasilkan rasa yang lebih gurih dan aroma yang sedap.

Setelah adonan dibentuk dan diisi ebi, pempek kemudian dipanggang di atas bara api dengan api kecil. Proses ini tidak bisa terburu-buru karena pempek harus diputar secara perlahan agar matang merata tanpa gosong.

Pemanggangan inilah yang menjadi kunci utama kelezatan PempekPanggang. Bara api memberikan panas stabil dan aroma asap alami yang sulit ditiru oleh alat modern. Tidak heran jika banyak penjual pempek legendaris masih mempertahankan cara tradisional ini.

Cara Menikmati Pempek Panggang Paling Nikmat

Pempek Panggang paling nikmat disantap dalam keadaan hangat, sesaat setelah diangkat dari panggangan. Biasanya pempek ini disajikan bersama kuah cuko khas Palembang yang memiliki rasa asam, manis, dan pedas.

Namun berbeda dengan pempek lainnya, Pempek Panggang sering kali hanya dicocol sedikit cuko agar rasa bakaran dan isiannya tetap dominan. Beberapa penikmat bahkan memilih menikmatinya tanpa cuko untuk merasakan cita rasa aslinya.

Sebagai teman makan, segelas es teh manis atau es jeruk sangat cocok untuk menyeimbangkan rasa gurih dan pedas dari pempek panggang. Tidak jarang pula pempek ini dijadikan camilan sore hari yang mengenyangkan.

Pempek Panggang di Tengah Tren Kuliner Modern

Di era media sosial seperti sekarang, Pempek Panggang kembali mendapatkan sorotan. Banyak konten kreator kuliner yang mengulas keunikan pempek ini, mulai dari proses pembuatannya hingga sensasi rasanya. Hal ini turut membantu memperkenalkan PempekPanggang ke generasi muda.

Beberapa inovasi juga mulai bermunculan, seperti variasi tingkat kepedasan isian atau ukuran pempek yang lebih besar. Meski begitu, versi klasik tetap menjadi favorit karena dianggap paling autentik.

Keberadaan Pempek Panggang di berbagai festival kuliner dan acara budaya membuktikan bahwa makanan tradisional masih memiliki tempat istimewa di tengah modernisasi.

Kesimpulan Rasa yang Mengikat Kenangan

Pempek Panggang bukan sekadar makanan khas Palembang, tetapi juga representasi dari kreativitas dan kearifan lokal masyarakatnya. Aroma bakaran, tekstur unik, serta isian ebi pedas menciptakan pengalaman kuliner yang sulit dilupakan.

Di tengah perubahan zaman, Pempek Panggang tetap bertahan dengan identitasnya yang kuat. Menikmati pempek ini serasa menyusuri lorong kenangan akan kuliner tradisional yang sederhana namun penuh makna. Bagi siapa pun yang mengaku pencinta kuliner Nusantara, PempekPanggang layak masuk dalam daftar makanan yang wajib dicoba.

Baca juga konten dengan artikel terkait yang membahas tentang  food

Baca juga artikel menarik lainnya mengenai Pempek Keriting: Ikon Gurih Khas Palembang yang Sarat Tradisi

Author