JAKARTA, odishanewsinsight.com – Sekilas mendengar namanya, mungkin banyak yang membayangkan seekor katak di dalam lubang. Namun tenang saja, toad in the hole sama sekali tidak mengandung katak. Hidangan legendaris asal Inggris ini sejatinya adalah perpaduan memukau antara sosis panggang yang bersembunyi di dalam adonan Yorkshire pudding yang mengembang sempurna, kecokelatan, dan renyah di bagian tepinya. Sejak pertama kali muncul dalam catatan kuliner abad ke-18, toad in the hole telah bertransformasi dari makanan sederhana kaum pekerja menjadi salah satu comfort food paling ikonik di Britania Raya. Setiap gigitan menghadirkan harmoni antara kelembutan adonan, gurihnya sosis, dan hangatnya onion gravy yang disiramkan di atasnya. Sebuah pengalaman kuliner yang membuat siapa pun sulit berhenti di satu piring.
Jejak Sejarah Toad in the Hole dari Abad ke-18

Untuk memahami keistimewaan hidangan ini, perlu menilik perjalanan panjangnya yang dimulai dari dapur-dapur keluarga miskin di pedesaan Inggris utara. Pada awal abad ke-18, ketika harga daging sangat mahal, keluarga kelas pekerja mencari cara kreatif untuk membuat sepotong daging bisa mengenyangkan seluruh anggota keluarga. Solusinya adalah memanggang potongan daging murah di dalam adonan Yorkshire pudding yang berbahan dasar tepung, telur, dan susu.
Catatan tertulis pertama tentang toad in the hole muncul pada tahun 1762, ketika hidangan ini dideskripsikan sebagai sepotong kecil daging sapi yang dipanggang di dalam puding besar. Francis Grose kemudian mencatat istilah ini secara resmi dalam bukunya “A Provincial Glossary” pada tahun 1787, mendefinisikannya sebagai daging yang dimasak di dalam kerak adonan. Pada masa awal kemunculannya, toad in the hole belum menggunakan sosis. Resep dari Hannah Glasse tahun 1747 bahkan menyebutnya sebagai “pigeon in a hole” karena menggunakan daging merpati.
Titik balik popularitas toad in the hole terjadi pada tahun 1861 ketika Mrs. Beeton memasukkan dua resep hidangan ini ke dalam bukunya yang terkenal, “Book of Household Management.” Satu resep menggunakan daging sapi dan ginjal domba, sementara resep lainnya menggunakan daging domba dingin dengan ginjal, tiram, atau jamur. Sejak saat itulah toad in the hole mulai dikenal luas di seluruh penjuru Britania Raya dan perlahan naik kelas dari hidangan kaum pekerja menjadi santapan yang dinikmati semua kalangan.
Asal Usul Nama Unik Toad in the Hole
Pertanyaan yang selalu menghantui setiap orang yang pertama kali mendengar nama hidangan ini adalah, mengapa disebut “kodok di dalam lubang”? Ada beberapa teori menarik yang beredar di kalangan sejarawan kuliner Inggris, dan masing-masing sama serunya.
Teori paling populer dan banyak diterima menyebutkan bahwa nama toad in the hole berasal dari tampilan visualnya. Sosis yang menyembul dari adonan Yorkshire pudding yang mengembang memang mirip dengan katak yang sedang menongolkan kepala dari sarangnya. Bayangkan seekor katak yang bersembunyi di lubang tanah dan hanya menampakkan bagian kepalanya, persis seperti sosis yang mengintip dari balik adonan kecokelatan.
Teori kedua yang lebih dramatis datang dari desa pesisir Alnmouth di Northumberland, Inggris timur laut. Menurut cerita rakyat setempat, dalam sebuah turnamen golf, seekor katak Natterjack tiba-tiba masuk ke dalam lubang golf. Ketika seorang pegolf hendak memukul bolanya ke lubang tersebut, sang katak justru menyembulkan kepalanya keluar karena terganggu. Koki di hotel tempat pegolf itu menginap konon terinspirasi menciptakan hidangan yang merepresentasikan kejadian lucu tersebut.
Teori ketiga merujuk pada fenomena yang populer di akhir abad ke-18, ketika banyak orang percaya bahwa katak atau kodok hidup bisa ditemukan terjebak di dalam batu. Meskipun ini terbukti sebagai mitos, istilah “living entombed animal” sempat menjadi perbincangan hangat di masyarakat Inggris pada masa itu dan kemungkinan turut menginspirasi penamaan hidangan ini.
Bahan Utama untuk Membuat Toad in the Hole
Salah satu keistimewaan toad in the hole adalah kesederhanaan bahan-bahannya. Tidak dibutuhkan bahan eksotis atau mahal untuk menghadirkan hidangan yang memanjakan lidah ini di meja makan. Berikut daftar bahan yang dibutuhkan untuk satu loyang berukuran standar:
Bahan adonan Yorkshire pudding:
- Tepung terigu serbaguna sebanyak 115 gram
- Telur ayam utuh sebanyak 4 butir
- Susu segar sebanyak 225 mililiter
- Garam secukupnya
- Mayones sebanyak 1 sendok makan (opsional, untuk membuat adonan lebih stabil dan mengembang sempurna)
Bahan pelengkap:
- Sosis babi (pork sausages atau bangers) sebanyak 6 hingga 8 buah
- Minyak sayur atau lemak sapi (beef drippings) sebanyak 2 sendok makan
- Rosemary segar sebanyak 2 tangkai (opsional)
Yang perlu diperhatikan, pemilihan sosis sangat menentukan cita rasa akhir toad in the hole. Sosis babi tradisional khas Inggris (Cumberland sausage atau pork bangers) memberikan rasa paling autentik. Namun bagi yang tidak mengonsumsi babi, sosis ayam atau sosis sapi juga bisa menjadi alternatif yang lezat. Untuk versi vegetarian, sosis nabati berbasis protein kedelai sudah banyak tersedia di pasaran dan memberikan hasil yang cukup memuaskan.
Cara Membuat Toad in the Hole yang Sempurna
Proses pembuatan toad in the hole sebenarnya cukup mudah, namun ada beberapa trik penting yang membedakan hasil biasa-biasa saja dengan hasil yang luar biasa. Kunci utamanya terletak pada suhu minyak yang sangat panas dan adonan yang dituang secara tepat waktu.
Berikut langkah-langkah membuat toad in the hole secara lengkap:
- Panaskan oven hingga suhu 220 hingga 240 derajat Celsius. Suhu tinggi adalah kunci agar adonan Yorkshire pudding mengembang maksimal
- Siapkan adonan dengan mengocok telur dalam mangkuk besar, lalu tambahkan susu secara bertahap sambil terus diaduk. Masukkan tepung terigu sedikit demi sedikit sambil dikocok hingga adonan halus tanpa gumpalan. Tambahkan sejumput garam dan satu sendok makan mayones jika diinginkan
- Diamkan adonan selama minimal 30 menit di suhu ruangan. Tahap ini sangat penting karena memberi waktu gluten untuk rileks sehingga adonan mengembang lebih baik saat dipanggang
- Tuang minyak sayur atau lemak sapi ke dalam loyang pemanggang, lalu masukkan ke oven selama 5 menit hingga minyak benar-benar panas dan mulai berasap
- Keluarkan loyang dari oven, tata sosis di dalamnya, dan masukkan kembali ke oven selama 15 menit hingga sosis mulai kecokelatan dan minyak mendesis
- Keluarkan loyang dengan hati-hati. Ini adalah momen krusial, segera tuang adonan Yorkshire pudding ke atas sosis selagi minyak masih sangat panas. Adonan harus langsung mendesis dan terlihat mulai mendidih di bagian tepinya
- Masukkan kembali loyang ke oven dan panggang selama 25 hingga 30 menit tanpa membuka pintu oven sama sekali. Membuka pintu oven di tengah proses akan menyebabkan adonan kempes dan tidak mengembang sempurna
- Toad in the hole siap disajikan ketika adonan sudah mengembang tinggi, berwarna kecokelatan, dan renyah di bagian tepinya
Satu kesalahan fatal yang sering dilakukan pemula adalah menuang adonan ke minyak yang belum cukup panas. Reaksi panas antara minyak mendidih dan adonan dingin inilah yang menciptakan efek pengembangan dramatis pada Yorkshire pudding. Tanpa kontras suhu ini, hasilnya akan bantat dan mengecewakan.
Cita Rasa dan Tekstur Khas Toad in the Hole
Menggigit sepotong toad in the hole yang baru keluar dari oven adalah pengalaman sensorik yang sulit dilupakan. Bagian tepi Yorkshire pudding terasa renyah dan sedikit garing, memberikan bunyi “krek” yang memuaskan ketika digigit. Sementara bagian tengah adonan bertekstur lembut, empuk, dan sedikit chewy, mirip dengan crepe tebal yang masih hangat.
Sosis di dalamnya menawarkan dimensi rasa yang berbeda. Kulit sosis yang sedikit garing karena proses pemanggangan awal memberikan kontras tekstur dengan daging di dalamnya yang juicy dan penuh bumbu. Perpaduan lemak sosis yang meresap ke dalam adonan menciptakan lapisan rasa gurih yang mendalam di setiap suapan.
Namun toad in the hole belum lengkap tanpa pendamping wajibnya, yaitu onion gravy. Saus kental berbahan dasar bawang bombay yang dikaramelkan, kaldu daging, dan sedikit tepung ini memberikan sentuhan manis, gurih, dan sedikit smoky yang menyatukan seluruh komponen hidangan. Siraman onion gravy di atas toad in the hole yang baru matang menghasilkan sensasi seperti adonan yang menyerap kuah, menciptakan kelembapan tambahan yang membuatnya semakin mudah dan nikmat untuk disantap.
Pendamping klasik lainnya yang biasa dihidangkan bersama toad in the hole meliputi:
- Mashed potatoes atau kentang tumbuk yang creamy dan lembut
- Baked beans yang manis gurih
- Garden peas atau kacang polong segar yang direbus
- Sayuran hijau seperti brokoli atau kembang kol kukus
- Mustard Inggris untuk menambah sentuhan pedas yang khas
Variasi Modern Toad in the Hole dari Berbagai Negara
Seiring perkembangan zaman, toad in the hole tidak lagi terpaku pada resep tradisional semata. Para koki di berbagai negara telah menciptakan variasi menarik yang mengadaptasi hidangan klasik ini dengan sentuhan lokal.
Di Inggris sendiri, koki terkenal Ravinder Bhogal menciptakan versi vegetarian yang menggabungkan toad in the hole dengan cauliflower cheese, menghasilkan hidangan yang gurih, creamy, dan sama mengenyangkannya dengan versi daging. Varian vegan menggunakan sosis nabati dari merek seperti Linda McCartney juga semakin populer di kalangan masyarakat Inggris yang peduli lingkungan.
Beberapa variasi kreatif toad in the hole yang layak dicoba antara lain:
- Versi chorizo dengan paprika asap dan keju cheddar parut yang ditaburkan di atas adonan sebelum dipanggang
- Versi herbal dengan menambahkan thyme, sage, dan rosemary langsung ke dalam adonan untuk aroma yang lebih kompleks
- Versi mini individual menggunakan cetakan muffin untuk porsi personal yang lebih cantik dan praktis
- Versi Asia fusion dengan menggunakan sosis ayam berbumbu kari dan menyajikannya bersama saus sambal sebagai pengganti onion gravy
- Versi keju dengan menambahkan keju parmesan atau gruyere ke dalam adonan untuk rasa yang lebih kaya
Menariknya, di Amerika Serikat, istilah “toad in the hole” justru merujuk pada hidangan yang sama sekali berbeda, yaitu telur goreng yang dimasak di dalam lubang yang dipotong dari roti tawar. Perbedaan ini sering menjadi sumber kebingungan lucu antar penggemar kuliner dari dua negara tersebut.
Pengalaman Menikmati ToadintheHole ala Inggris
Di Britania Raya, toad in the hole memiliki tempat istimewa dalam budaya kuliner. Hidangan ini bukan sekadar makanan, melainkan bagian dari ritual kebersamaan keluarga. Tradisionalnya, toad in the hole disajikan sebagai hidangan utama saat makan malam keluarga di hari Minggu (Sunday roast) atau pada perayaan khusus seperti Natal dan Paskah.
Selama Perang Dunia I, toad in the hole bahkan menjadi menu andalan di sekolah-sekolah untuk makan siang anak-anak karena sifatnya yang mengenyangkan dengan biaya terjangkau. Pada survei pemasaran tahun 2017 di Inggris, ditemukan fakta mengejutkan bahwa 23 persen warga Inggris ternyata belum pernah mencoba toad in the hole. Temuan ini justru memicu kebangkitan minat terhadap hidangan klasik ini di kalangan generasi muda.
Bagi yang berkesempatan mengunjungi Inggris, toad in the hole bisa ditemukan dengan mudah di pub-pub tradisional, terutama di kawasan pedesaan Yorkshire, Lancashire, dan Northumberland. Sensasi menyantapnya di pub hangat dengan perapian menyala di musim dingin sambil menikmati segelas ale adalah pengalaman kuliner yang sulit ditandingi oleh hidangan mana pun.
Kesimpulan
Toad in the hole adalah salah satu harta karun kuliner Britania Raya yang telah bertahan lebih dari dua abad lamanya. Bermula dari solusi kreatif keluarga miskin untuk menghemat daging di abad ke-18, hidangan berupa sosis panggang dalam adonan Yorkshire pudding ini kini menjadi comfort food yang dicintai semua kalangan. Perpaduan tekstur renyah di bagian tepi, lembut di tengah, dan gurihnya sosis yang menyatu dengan onion gravy menjadikan toad in the hole sebuah mahakarya kuliner sederhana namun memukau. Bagi pecinta masakan internasional yang ingin menjelajahi cita rasa autentik Inggris, mencoba membuat toad in the hole di dapur sendiri adalah petualangan yang sangat layak dilakukan.
Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Food
Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti: Scotch Egg Camilan Gurih dengan Telur Lembut di Dalamnya
