JAKARTA, odishanewsinsight.com – Setiap gigitan opera cake membawa sensasi kemewahan yang sulit dilupakan. Kue berlapis asal Prancis ini telah memikat hati pecinta dessert di seluruh dunia sejak lebih dari satu abad silam. Perpaduan harmonis antara cokelat pekat, kopi aromatik, dan almond yang lembut menciptakan pengalaman kuliner yang tak tertandingi.
Di Indonesia, opera cake sudah menjadi menu andalan berbagai toko kue premium. Mulai dari Dapur Cokelat hingga The Harvest, hampir semua pastry shop menyediakan kue legendaris ini dalam etalase mereka. Tampilannya yang minimalis namun elegan menjadikannya pilihan sempurna untuk menemani momen istimewa bersama orang tersayang.
Sejarah Kelahiran Opera Cake di Paris

Kisah di balik terciptanya opera cake penuh dengan perdebatan di kalangan sejarawan kuliner. Beberapa versi menyebutkan bahwa kue ini pertama kali diperkenalkan oleh Louis Clichy pada tahun 1903 dalam ajang Paris Exposition Culinaire. Saat itu, kreasi berlapis ini belum mendapat perhatian luas dari masyarakat.
Perjalanan opera cake menuju ketenaran baru dimulai pada tahun 1955. Rumah pastry bergengsi bernama Dalloyau berhasil mempopulerkan kue ini hingga menyedot perhatian para pecinta dessert berselera tinggi. Nama Dalloyau sendiri sudah dikenal sebagai salah satu patisserie tertua di Paris yang berdiri sejak tahun 1682.
Ada pula cerita menarik tentang asal muasal nama opera. Konon, istri dari seorang chef bernama Cyriaque mencicipi kue ini untuk pertama kalinya. Setiap lapisan yang menyentuh lidahnya mengingatkan sang istri pada kemegahan Palais Garnier, gedung opera kenamaan di Paris. Lapisan demi lapisan kue seolah merepresentasikan tingkat gedung opera yang mewah dengan pertunjukan memukau di dalamnya.
Lapisan Demi Lapisan yang Memanjakan Lidah
Opera cake terdiri dari beberapa komponen yang masing masing memiliki peran penting dalam menciptakan harmoni rasa.
Joconde atau Almond Sponge Cake
Lapisan dasar opera cake terbuat dari bolu almond yang dikenal dengan nama joconde. Teksturnya ringan namun padat, dengan aroma kacang almond yang harum. Bolu ini dibuat dari campuran tepung almond, telur, gula, dan sedikit tepung terigu. Setelah matang, joconde akan disiram dengan sirup kopi yang membuatnya lembap dan beraroma.
Coffee Buttercream
Krim mentega dengan sentuhan kopi menjadi perekat antar lapisan joconde. Buttercream ini dibuat dari mentega berkualitas tinggi yang dikocok hingga mengembang, kemudian dicampur dengan ekstrak kopi pekat. Teksturnya lembut dan creamy, memberikan sensasi meleleh di mulut.
Chocolate Ganache
Lapisan cokelat pekat menjadi kontras yang sempurna dengan buttercream kopi. Ganache dibuat dari dark chocolate berkualitas yang dicampur dengan heavy cream panas. Perbandingan standar untuk ganache kokoh biasanya 50 berbanding 50 antara cokelat dan krim.
Chocolate Glaze
Penutup akhir opera cake berupa lapisan cokelat mengkilap yang disebut glaze. Permukaannya yang mulus seperti cermin menjadi ciri khas visual dari kue ini. Beberapa resep tradisional bahkan menambahkan lembaran emas sebagai hiasan untuk menambah kesan mewah.
Cita Rasa yang Kompleks dan Mendalam
Menyantap sepotong opera cake memberikan pengalaman rasa yang berlapis dan kompleks. Gigitan pertama akan langsung mempertemukan lidah dengan lapisan glaze cokelat yang sedikit pahit namun manis. Teksturnya yang renyah tipis segera meleleh begitu bertemu suhu mulut.
Lapisan berikutnya menghadirkan ganache cokelat yang lebih pekat dan intens. Rasa kakao yang kuat berpadu dengan sedikit rasa manis dari gula. Bagi pecinta dark chocolate, lapisan ini menjadi surga tersendiri.
Buttercream kopi hadir sebagai penyeimbang dengan karakternya yang creamy dan aromatic. Sentuhan pahit dari kopi membuat rasa tidak monoton. Setiap suapan terasa berbeda tergantung seberapa banyak buttercream yang ikut masuk ke mulut.
Joconde yang sudah terserap sirup kopi memberikan tekstur lembap dan spongy. Aroma almond yang khas bercampur dengan wangi kopi menciptakan harmoni yang sulit dijelaskan dengan kata kata. Keseluruhan lapisan ini bersatu dalam satu gigitan yang memorable.
Bahan Bahan untuk Membuat Opera Cake
Membuat opera cake di rumah memerlukan bahan bahan berkualitas tinggi untuk hasil maksimal.
BahanuntukJoconde:
- 5 butir telur utuh
- 75 gram tepung almond halus
- 140 gram gula pasir
- 5 butir putih telur
- Seperempat sendok teh garam
- 30 gram gula tambahan untuk putih telur
- 50 gram tepung terigu protein rendah
- 30 gram mentega cair
BahanuntukSirupKopi:
- 160 mililiter air
- 100 gram gula pasir
- 2 sendok makan kopi instan atau espresso
Bahan untuk Coffee Buttercream:
- 200 gram mentega suhu ruang
- 150 gram gula halus
- 2 sendok makan ekstrak kopi pekat
- 1 kuning telur
BahanuntukChocolateGanache:
- 200 gram dark chocolate
- 200 mililiter heavy cream
BahanuntukChocolateGlaze:
- 100 gram dark chocolate
- 50 gram mentega
- 1 sendok makan minyak sayur
Langkah Membuat Opera Cake
Proses pembuatan opera cake memang memerlukan ketelitian dan kesabaran. Namun hasil akhirnya sangat memuaskan dan sebanding dengan usaha yang dikeluarkan.
MembuatJoconde
- Panaskan oven hingga suhu 190 derajat Celsius
- Kocok telur utuh bersama tepung almond dan 140 gram gula hingga mengembang dan pucat
- Di wadah terpisah, kocok putih telur dengan garam dan 30 gram gula hingga kaku
- Ayak tepung terigu, masukkan ke adonan kuning telur
- Tambahkan putih telur kocok secara bertahap sambil diaduk perlahan
- Tuang mentega cair, aduk rata dengan teknik lipat
- Bagi adonan ke dua loyang ukuran 20×30 sentimeter yang sudah dialasi kertas roti
- Panggang selama 8 hingga 10 menit atau sampai permukaan kecokelatan
- Keluarkan dari oven dan dinginkan
MembuatSirup Kopi
- Campurkan air, gula, dan kopi dalam panci kecil
- Rebus hingga mendidih dan gula larut sempurna
- Angkat dan dinginkan hingga suhu ruang
MembuatCoffeeButtercream
- Kocok mentega hingga pucat dan mengembang
- Tambahkan gula halus sedikit demi sedikit sambil terus dikocok
- Masukkan kuning telur dan ekstrak kopi
- Kocok hingga semua bahan tercampur rata dan lembut
Membuat Chocolate Ganache
- Cacah dark chocolate dan letakkan dalam mangkuk tahan panas
- Panaskan heavy cream hingga hampir mendidih
- Tuang cream panas ke atas cokelat
- Diamkan 5 menit kemudian aduk perlahan dari tengah hingga tercampur rata
- Biarkan ganache mengental di suhu ruang
Merakit Opera Cake
- Letakkan satu lembar joconde di atas alas datar
- Oleskan sirup kopi secara merata menggunakan kuas
- Tambahkan lapisan coffee buttercream dan ratakan
- Tutup dengan lembar joconde kedua
- Oleskan sirup kopi lagi
- Tambahkan lapisan ganache dan ratakan
- Masukkan ke lemari es selama 30 menit
- Siapkan glaze dengan melelehkan cokelat, mentega, dan minyak
- Tuang glaze di atas permukaan cake dan ratakan dengan cepat
- Dinginkan kembali hingga glaze mengeras
- Potong dengan pisau yang sudah dipanaskan untuk hasil rapi
Tips Memotong Opera Cake dengan Sempurna
Teknik memotong opera cake memerlukan trik khusus agar setiap potongan terlihat rapi dengan lapisan yang jelas terlihat.
Beberapa tips yang perlu diperhatikan:
- Gunakan pisau tajam yang sudah dicelupkan ke air panas
- Lap pisau dengan kain bersih setelah setiap potongan
- Potong dengan gerakan menekan ke bawah, bukan menggergaji
- Biarkan cake dalam suhu dingin saat dipotong
- Ukuran ideal per potong sekitar 3×8 sentimeter
Opera Cake di Indonesia
Kehadiran opera cake di Indonesia sudah berlangsung cukup lama. Berbagai toko kue ternama menjadikan dessert Prancis ini sebagai salah satu menu andalan mereka.
Dapur Cokelat misalnya, menyebut produk opera cake mereka sebagai salah satu yang terbaik di Jakarta. Perpaduan almond joconde dengan ganache dan buttercream kopi mendapat respons positif dari pelanggan setia. Harga yang ditawarkan memang tergolong premium, namun sebanding dengan kualitas bahan yang digunakan.
The Harvest juga tidak mau ketinggalan dalam menyajikan opera cake berkualitas tinggi. Jaringan toko kue bergaya Eropa ini konsisten menghadirkan opera cake dengan standar rasa yang terjaga di setiap cabangnya.
Holland Bakery sebagai jaringan bakery yang lebih merakyat turut menyediakan opera cake dengan harga lebih terjangkau. Meski demikian, rasa yang ditawarkan tetap mampu memuaskan lidah penikmat kue berlapis ini.
Variasi Modern Opera Cake
Seiring perkembangan zaman, para pastry chef mulai bereksperimen dengan berbagai variasi opera cake.
Beberapa variasi yang populer meliputi:
- Opera cake matcha dengan buttercream teh hijau
- Opera cake raspberry dengan selai buah segar
- Opera cake salted caramel dengan sentuhan asin manis
- Opera cake hazelnut dengan praline
- Opera cake tanpa gluten menggunakan tepung almond murni
Meski variasi terus bermunculan, resep klasik dengan kombinasi cokelat, kopi, dan almond tetap menjadi favorit sepanjang masa. Rasa autentik yang sudah teruji lebih dari seabad tidak pernah gagal memukau siapa pun yang mencicipinya.
Kesimpulan
Opera cake bukan sekadar kue biasa. Setiap lapisannya menyimpan cerita panjang dari jalanan Paris hingga ke etalase toko kue di seluruh dunia. Perpaduan joconde yang lembap, buttercream kopi yang creamy, ganache cokelat yang pekat, dan glaze mengkilap menciptakan mahakarya kuliner yang layak disebut seni. Bagi yang ingin merasakan kemewahan ala gedung opera Paris, sepotong opera cake sudah cukup untuk membawa imajinasi ke sana.
Baca juga konten dengan artikel terkait tentang:Â Food
Baca juga artikel lainnya: Eton Mess: Dessert Inggris Legendaris yang Manis Menggoda
