JAKARTA, odishanewsinsight.com – Indonesia punya ratusan jenis soto. Ada yang berkuah bening, ada yang bersantan, ada yang kuningnya menyala dari kunyit. Namun hanya soto tauco yang berani memasukkan tauco — pasta kedelai fermentasi yang asin dan berat — ke dalam kuahnya. Hasilnya adalah soto dengan karakter yang sangat berbeda dari semua soto yang pernah ada: kuah yang kental, gelap, dengan rasa fermentasi yang dalam dan aroma yang sangat kuat.
Selanjutnya, soto tauco adalah identitas kuliner Pekalongan yang tidak bisa ditemukan di tempat lain dengan karakter yang persis sama. Kemudian, bagi yang belum pernah mencobanya, sototauco terasa asing di suapan pertama. Namun, setelah beberapa sendok, rasa kompleks dari perpaduan tauco, rempah, dan kaldu daging mulai membuka diri dan menjadi sangat sulit dilupakan.
Soto Tauco: Bahan yang Menjadi Jiwa Soto Ini

Untuk memahami soto tauco, harus memahami tauco terlebih dahulu. Pertama, tauco adalah pasta yang dibuat dari kedelai yang difermentasi selama berminggu-minggu hingga menghasilkan rasa yang sangat umami, sangat asin, dan sedikit asam dengan aroma yang sangat kuat dan sangat khas. Kedua, tauco bukan bahan yang mudah ditaklukkan — ia dominan dan akan mengambil alih rasa apapun yang bersamanya jika tidak diseimbangkan dengan tepat.
Selanjutnya, dalam sototauco, tauco dimasukkan dalam jumlah yang terukur dan diimbangi oleh rempah-rempah yang kuat seperti jahe, lengkuas, serai, dan berbagai bumbu lainnya. Kemudian, proses menumis bumbu hingga sangat matang sebelum tauco dimasukkan adalah kunci untuk menjinakkan dominasi tauco agar ia menyatu ke dalam kuah secara harmonis.
Pengaruh Tionghoa dalam Soto Tauco
Penggunaan tauco dalam soto tauco bukan kebetulan. Pertama, Pekalongan adalah kota pesisir yang sejak berabad-abad lalu menjadi tempat bertemunya pedagang Tionghoa, Arab, dan Jawa dalam jalur perdagangan yang sangat aktif. Kedua, tauco sendiri adalah produk fermentasi yang berasal dari tradisi kuliner Tionghoa dan masuk ke dapur Jawa melalui interaksi panjang antara kedua komunitas itu. Selanjutnya, kreativitas dapur Pekalongan memadukan tauco dengan teknik memasak soto Jawa menghasilkan hidangan hybrid yang sangat unik dan sangat tidak bisa dikategorikan secara sederhana sebagai masakan Jawa atau Tionghoa saja.
Bahan-Bahan untuk Membuat Soto Tauco
Bahan Utama Soto Tauco
- 500 gram daging sapi sandung lamur atau tetelan, potong besar
- 2 liter air untuk merebus
- 3 sendok makan tauco, pilih yang berkualitas baik dan tidak terlalu asin
- 2 sendok makan minyak untuk menumis
Bumbu Halus SotoTauco
- 8 siung bawang merah
- 5 siung bawang putih
- 3 butir kemiri, sangrai
- 2 cm jahe segar
- 2 cm kunyit, bakar sebentar
- 1 sendok teh ketumbar, sangrai
- Setengah sendok teh merica butiran
Bumbu Cemplung SotoTauco
- 3 batang serai, memarkan
- 3 cm lengkuas, memarkan
- 5 lembar daun salam
- 4 lembar daun jeruk purut
- 2 sendok makan kecap manis
- Garam dan gula merah secukupnya
Pelengkap Soto Tauco
- Tauge pendek, seduh air panas sebentar
- Kol atau kubis, iris tipis
- Tomat merah, potong
- Telur rebus, belah dua
- Bawang goreng dan daun seledri untuk taburan
- Kerupuk udang atau emping
Cara Membuat Soto Tauco Step by Step
Merebus Daging dan Membuat Kaldu
- Rebus daging sapi bersama air, satu batang serai, dan dua lembar daun salam hingga mendidih. Selanjutnya, buang buih yang muncul di permukaan agar kaldu tetap bersih. Kemudian, kecilkan api dan masak selama satu jam hingga daging empuk dan kaldu menjadi kaya rasa. Angkat daging, potong lebih kecil atau suwir sesuai selera, dan sisihkan kaldunya.
- Haluskan semua bahan bumbu halus menggunakan blender atau cobek hingga benar-benar lembut. Selanjutnya, bumbu yang halus sempurna akan menyatu lebih baik ke dalam kuah dibanding bumbu yang masih kasar.
Menumis Bumbu dan Memasak Soto Tauco
- Panaskan minyak dalam wajan besar. Tumis bumbu halus dengan api sedang selama delapan hingga sepuluh menit hingga sangat harum, berubah warna, dan minyak mulai terpisah dari bumbu. Oleh karena itu, jangan terburu-buru di tahap ini karena bumbu yang belum matang sempurna akan meninggalkan rasa mentah yang sangat mengganggu pada kuah.
- Masukkan tauco ke dalam bumbu yang sudah matang. Selanjutnya, aduk rata dan masak bersama selama tiga menit agar tauco melunak dan menyatu dengan bumbu. Kemudian, aroma tauco yang sangat kuat akan mulai mengisi dapur dan itu adalah tanda yang baik bahwa prosesnya berjalan benar.
- Tuang kaldu daging ke dalam wajan. Masukkan serai, lengkuas, daun salam, dan daun jeruk. Selanjutnya, tambahkan kecap manis, garam, dan gula merah. Didihkan dan masak dengan api kecil selama 20 menit hingga semua rasa benar-benar menyatu dan kuah berubah menjadi cokelat kemerahan yang kaya.
- Masukkan kembali potongan daging ke dalam kuah. Selanjutnya, koreksi rasa — sototauco yang baik terasa gurih kuat dari tauco, sedikit manis dari kecap dan gula merah, dan beraroma rempah yang sangat dalam. Kemudian, sajikan panas dengan semua pelengkap yang sudah disiapkan.
Cara Menyajikan Soto Tauco yang Autentik
Di Pekalongan, soto tauco disajikan dengan urutan yang sudah sangat baku. Pertama, tauge dan kol iris diletakkan di dasar mangkuk. Kedua, irisan daging dan belahan telur rebus ditaruh di atasnya. Selanjutnya, kuah soto tauco yang panas dituang hingga semua isian terendam. Kemudian, taburan bawang goreng dan seledri diberikan di atas, lalu kerupuk diletakkan di pinggir mangkuk agar tidak langsung basah.
Selain itu, soto tauco paling nikmat dimakan dengan nasi putih hangat di piring terpisah yang menjadi cara makan paling umum di Pekalongan. Namun ada juga yang memilih makan soto tauco tanpa nasi karena kuahnya yang sudah sangat kaya dan sangat mengenyangkan sendiri.
Keunikan Soto Tauco yang Tidak Dimiliki Soto Lain
Soto tauco adalah satu-satunya soto di Indonesia yang menggunakan tauco sebagai bumbu utama dalam kuahnya. Pertama, hal ini menciptakan profil rasa yang sangat berbeda dari semua jenis soto lain — bukan segar seperti soto Betawi, bukan ringan seperti soto Lamongan, dan bukan manis seperti soto Kudus. Kedua, soto tauco berada di kategorinya sendiri yang sangat berani dan sangat tidak kompromis dalam hal rasa.
Selanjutnya, kuah soto tauco juga sangat berbeda secara visual. Kemudian, warnanya yang cokelat kemerahan gelap sangat kontras dengan kuah kuning bening yang lebih umum pada soto-soto lain di Jawa. Selain itu, ketebalan kuahnya yang sedikit lebih pekat dari soto biasa adalah efek langsung dari tauco yang ikut larut ke dalam kaldu selama proses memasak.
Manfaat Tauco dalam Soto Tauco
Tauco yang menjadi ciri khas soto tauco ternyata mengandung manfaat gizi yang cukup signifikan. Pertama, sebagai produk fermentasi kedelai, tauco mengandung probiotik alami yang sangat baik untuk kesehatan mikrobioma usus dan sistem pencernaan secara keseluruhan. Kedua, kedelai yang menjadi bahan dasar tauco adalah sumber protein nabati yang sangat lengkap dengan semua asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh.
Selanjutnya, proses fermentasi pada tauco juga meningkatkan bioavailabilitas berbagai nutrisi dalam kedelai sehingga tubuh bisa menyerapnya dengan lebih efisien. Selain itu, daging sapi dalam soto tauco menyumbangkan protein hewani, zat besi, dan zinc yang sangat baik untuk menjaga energi dan sistem imun.
Kesimpulan: Soto Tauco, Bukti Keberanian Kuliner Pekalongan
Soto tauco mengajarkan bahwa keberanian dalam kuliner — berani menggunakan bahan yang tidak konvensional, berani mempertahankan karakter yang kuat dan tidak mudah disukai semua orang — adalah yang melahirkan hidangan paling berkesan. Selanjutnya, tidak semua orang akan langsung jatuh cinta pada sototauco di suapan pertama, dan itu bukan masalah.
Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Food
Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti: Tam Mak Houng: Salad Pepaya Mentah Laos yang Pedas, Asam, dan Sangat Menyegarkan
