JAKARTA, odishanewsinsight.com – Semangkuk kitsune udon yang mengepul hangat mampu membawa siapa saja ke sudut kedai makan kecil di gang-gang sempit Osaka. Hidangan sederhana ini telah menjadi comfort food andalan masyarakat Jepang selama lebih dari satu abad. Perpaduan mie udon yang kenyal, kuah dashi yang gurih, dan tahu goreng manis menciptakan harmoni rasa yang sulit dilupakan.
Di Indonesia, kitsune udon mulai mendapat tempat di hati para pecinta kuliner Jepang. Restoran-restoran Japanese food di kota besar kerap menyajikan hidangan ini sebagai menu andalan musim hujan. Namun, tidak banyak yang tahu bahwa membuat kitsune udon di rumah sebenarnya jauh lebih mudah dari yang dibayangkan.
Asal Usul Nama Kitsune Udon yang Unik

Kata “kitsune” dalam bahasa Jepang berarti rubah. Sekilas terdengar aneh menamai hidangan mie dengan nama hewan tersebut, tetapi ada cerita menarik di baliknya. Menurut cerita rakyat Jepang, rubah merupakan makhluk mistis yang dipercaya sebagai utusan Dewa Inari dan sangat menyukai aburaage atau tahu goreng tipis.
Teori lain menyebutkan bahwa penamaan ini berkaitan dengan warna. Masyarakat Jepang sering menggunakan istilah “kitsune iro” atau warna rubah untuk menggambarkan warna cokelat keemasan. Aburaage yang dimasak dengan bumbu manis menghasilkan warna persis seperti bulu rubah, sehingga jadilah nama kitsune udon.
Sejarah mencatat hidangan ini pertama kali muncul di sebuah restoran di Osaka sekitar abad ke-19. Dari sana, kepopulerannya menyebar ke seluruh penjuru Jepang hingga menjadi menu wajib di setiap kedai udon. Di wilayah Kansai, hidangan ini bahkan disebut sebagai soul food yang mewakili identitas kuliner setempat.
Bahan Utama untuk Membuat Kitsune Udon
Keistimewaan kitsune udon terletak pada kesederhanaannya. Hanya dengan beberapa bahan pokok, semangkuk sup mie yang menghangatkan badan bisa tersaji di meja makan. Berikut bahan-bahan yang perlu disiapkan:
KomponenMie:
- Udon segar, beku, atau kering sesuai ketersediaan
- Air untuk merebus mie
Komponen Kuah Dashi:
- Kaldu dashi dari bonito flakes dan kombu
- Kecap asin Jepang (shoyu)
- Mirin untuk memberikan rasa manis
- Gula pasir secukupnya
- Garam untuk menyeimbangkan rasa
Komponen Topping Kitsune:
- Aburaage atau tahu goreng tipis
- Kecap asin untuk merendam tahu
- Gula untuk memberikan rasa manis pada tahu
- Air sebagai cairan perebusan
Garnish Pelengkap:
- Daun bawang iris tipis
- Narutomaki atau fish cake dengan motif spiral merah muda
- Shichimi togarashi atau bubuk cabai tujuh rempah
Pemilihan bahan berkualitas sangat mempengaruhi hasil akhir hidangan. Para koki di Jepang selalu menekankan pentingnya dashi yang dibuat dari bahan segar untuk menghasilkan kuah dengan kedalaman rasa maksimal.
Cara Membuat Kuah Dashi yang Sempurna
Rahasia kelezatan kitsune udon terletak pada kuah dashi yang kaya akan rasa umami. Banyak orang mengambil jalan pintas dengan menggunakan bubuk dashi instan, namun membuat dashi dari nol sebenarnya tidak memakan waktu lama.
- Rendam kombu atau rumput laut kering dalam air selama minimal 30 menit hingga semalaman untuk hasil terbaik
- Panaskan air rendaman kombu dengan api sedang hingga hampir mendidih lalu angkat kombunya
- Masukkan bonito flakes atau katsuobushi ke dalam air dan biarkan terendam selama 15 menit
- Saring kaldu menggunakan saringan halus atau kain untuk mendapatkan dashi bening
- Tambahkan kecap asin, mirin, dan sedikit gula ke dalam dashi lalu aduk hingga bumbu larut sempurna
- Koreksi rasa dengan garam jika diperlukan dan kuah siap digunakan
Bagi yang menginginkan versi vegetarian, dashi bisa dibuat hanya dari kombu dan jamur shiitake kering. Hasilnya tetap kaya umami meski tanpa bonito flakes yang berasal dari ikan.
Teknik Menyiapkan Tahu Goreng Manis ala Kitsune
Topping aburaage yang dimasak dengan bumbu manis asin menjadi bintang utama dalam semangkuk kitsune udon. Proses menyiapkannya memerlukan sedikit kesabaran, tetapi hasilnya sangat memuaskan.
Langkah pertama yang tidak boleh dilewatkan yaitu menghilangkan minyak berlebih dari aburaage. Caranya dengan menyiram tahu menggunakan air panas atau merebusnya sebentar dalam air mendidih. Proses ini disebut aburanuki dan sangat penting agar tahu bisa menyerap bumbu dengan sempurna.
Setelah ditiriskan dan diperas lembut, aburaage siap dimasak dengan campuran air, kecap asin, dan gula. Biarkan tahu menyerap bumbu dengan cara merebus menggunakan api kecil selama 15 hingga 20 menit. Penggunaan otoshibuta atau tutup yang lebih kecil dari panci membantu menjaga tahu tetap terendam selama proses pemasakan.
Tahu yang sudah matang akan berwarna cokelat keemasan dengan tekstur yang juicy. Setiap gigitan melepaskan cairan bumbu manis asin yang berpadu sempurna dengan kuah dashi.
Langkah Memasak dan Menyajikan Kitsune Udon
Setelah semua komponen siap, proses penyajian kitsune udon bisa dilakukan dengan cepat. Berikut tahapan yang perlu diikuti:
- Rebus mie udon sesuai petunjuk kemasan hingga matang namun tetap kenyal, jangan terlalu lembek
- Tiriskan mie dan bilas dengan air dingin untuk menghentikan proses pemasakan sekaligus menghilangkan pati berlebih
- Panaskan kembali kuah dashi hingga mendidih lalu kecilkan api untuk menjaga suhu
- Tata mie udon dalam mangkuk saji yang sudah dihangatkan terlebih dahulu
- Tuangkan kuah dashi panas ke atas mie hingga hampir memenuhi mangkuk
- Letakkan aburaage yang sudah dibumbui di atas mie sebagai topping utama
- Tambahkan irisan narutomaki dan taburan daun bawang sebagai garnish
- Sajikan segera selagi panas dengan taburan shichimi togarashi di sampingnya
Tips penting yang sering diabaikan yaitu memanaskan mangkuk saji sebelum digunakan. Langkah sederhana ini membantu menjaga suhu hidangan lebih lama sehingga kenikmatan menyantap kitsune udon tetap optimal dari suapan pertama hingga terakhir.
Variasi Kitsune Udon di Berbagai Daerah Jepang
Meskipun resep dasarnya serupa, setiap wilayah di Jepang memiliki sentuhan khas dalam menyajikan kitsune udon. Perbedaan paling mencolok terletak pada warna dan rasa kuah.
Gaya Kanto yang meliputi wilayah Tokyo menggunakan kuah berwarna lebih gelap dengan dominasi rasa kecap asin yang kuat. Sementara itu, gaya Kansai dari Osaka dan Kyoto menampilkan kuah berwarna lebih terang dengan rasa dashi yang lebih menonjol dan tidak terlalu asin.
Di Prefektur Kagawa yang dijuluki sebagai ibukota udon, hidangan ini disajikan dengan mie Sanuki udon yang terkenal akan kekenyalannya. Tekstur mie yang lebih padat dan kenyal memberikan pengalaman makan yang berbeda dibandingkan dengan udon dari daerah lain.
Beberapa restoran bahkan menawarkan variasi kreatif seperti Kinchaku Kitsune Udon, di mana mie udon dimasukkan ke dalam kantong tahu goreng sebelum direbus dalam kuah. Sajian ini menjadi spesialisasi sebuah restoran legendaris di Nara dan telah menarik perhatian wisatawan dari berbagai negara.
Nilai Gizi dan Manfaat Kitsune Udon
Selain rasanya yang lezat, kitsune udon juga menawarkan nilai gizi yang cukup baik untuk tubuh. Kombinasi karbohidrat dari mie, protein dari tahu, dan berbagai vitamin dari garnish menjadikan hidangan ini cukup lengkap sebagai santapan ringan.
Mie udon mengandung serat dan vitamin B yang baik untuk metabolisme tubuh. Tahu goreng menyumbang protein nabati yang mudah dicerna. Kuah dashi dari kombu kaya akan mineral seperti yodium yang penting untuk fungsi tiroid.
Dengan kalori yang relatif moderat dibandingkan hidangan mie berkuah lainnya, kitsune udon cocok dijadikan pilihan makan siang yang mengenyangkan tanpa membuat perut terasa berat. Banyak orang Jepang menjadikan hidangan ini sebagai comfort food saat tubuh kurang fit karena kuahnya yang hangat membantu melegakan tenggorokan.
Tips Memilih dan Menyimpan Bahan Kitsune Udon
Ketersediaan bahan-bahan autentik untuk membuat kitsune udon kini semakin mudah ditemukan di Indonesia. Supermarket besar dan toko bahan makanan Asia biasanya menyediakan berbagai kebutuhan masak hidangan Jepang.
- Pilih udon beku dengan label Sanuki untuk mendapatkan tekstur paling kenyal dan autentik
- Cari aburaage di bagian freezer atau pendingin toko bahan makanan Jepang dan Korea
- Simpan bonito flakes dalam wadah kedap udara di tempat sejuk dan kering
- Kombu kering bisa disimpan dalam jangka waktu lama asalkan tidak terkena kelembaban
- Kecap asin Jepang sebaiknya disimpan di lemari pendingin setelah dibuka untuk menjaga kualitasnya
Bagi yang kesulitan menemukan aburaage siap pakai, tahu puff yang biasa digunakan untuk sup bisa menjadi pengganti meski hasilnya tidak seautentik aslinya. Beberapa home cook bahkan membuat aburaage sendiri dari tahu padat yang diiris tipis lalu digoreng hingga mengembang.
Pengalaman Menyantap Kitsune Udon yang Autentik
Menyantap kitsune udon memiliki tata cara tersendiri yang menambah kenikmatan pengalaman bersantap. Di Jepang, menyeruput kuah dan mie dengan suara merupakan hal yang wajar dan bahkan dianggap sebagai bentuk apresiasi terhadap hidangan.
Mangkuk kitsune udon biasanya dilengkapi dengan sumpit untuk mengambil mie dan topping, serta sendok untuk menikmati kuah. Beberapa orang lebih suka mengangkat mangkuk langsung ke mulut untuk menyeruput kuah yang tersisa setelah mie habis.
Shichimi togarashi yang disajikan di samping berfungsi untuk menambah dimensi rasa pedas dan aroma rempah. Taburan sedikit saja sudah cukup untuk memberikan sensasi hangat yang pas di lidah tanpa menutupi kelezatan kuah dashi.
Kesimpulan
Kitsune udon merupakan hidangan sederhana yang merepresentasikan keindahan kuliner Jepang dalam bentuknya yang paling murni. Perpaduan mie udon kenyal, kuah dashi gurih, dan aburaage manis menciptakan pengalaman makan yang menghangatkan jiwa dan raga. Membuat kitsune udon di rumah tidak memerlukan keahlian khusus atau bahan yang sulit dicari, cukup dengan mengikuti langkah-langkah yang tepat dan menggunakan bahan berkualitas. Hidangan ini cocok disantap saat cuaca dingin atau ketika membutuhkan comfort food yang menenangkan setelah hari yang melelahkan.
Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Food
Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti: Kesar Peda Manisan India Lembut dengan Aroma Saffron Lapak99
