JAKARTA, odishanewsinsight.com – Natto adalah makanan yang paling tidak bisa diabaikan. Aroma tajamnya menyebar segera setelah kemasan dibuka. Tekstur lengketnya yang membentuk benang-benang putih panjang saat diaduk adalah pemandangan yang tidak biasa bagi siapa pun yang belum pernah melihatnya. Selain itu, rasanya yang sangat umami dan sedikit amonia membuat orang yang pertama kali mencobanya bisa bereaksi sangat berbeda, dari langsung jatuh cinta hingga langsung menyerah.
Namun di balik semua kontroversi itu, natto menyimpan nilai gizi yang luar biasa dan sejarah panjang sebagai bagian penting dari pola makan Jepang yang dikenal sebagai salah satu yang paling sehat di dunia.
Asal-Usul Natto yang Ditemukan Secara Kebetulan

Seperti banyak makanan fermentasi besar di dunia, natto konon ditemukan secara tidak sengaja. Legenda paling populer menyebut bahwa seorang prajurit Jepang pada masa periode Heian atau Kamakura membawa kedelai rebus yang dibungkus dalam jerami padi selama perjalanan perang. Panas tubuh kuda dan jerami di sekitarnya menciptakan kondisi yang sempurna bagi bakteri Bacillus subtilis yang hidup di jerami untuk memfermentasi kedelai.
Ketika prajurit itu membuka bungkusannya beberapa hari kemudian, ia menemukan kedelai yang berubah lengket dan berbau tajam. Namun ketika dicoba, rasanya ternyata sangat memuaskan dan mengenyangkan. Sejak saat itu, natto mulai dibuat secara sengaja dan menyebar di wilayah Jepang bagian timur, khususnya di daerah Kanto dan Tohoku.
Natto sebagai Identitas Jepang Timur
Menariknya, natto memiliki peta geografis penggemarnya yang sangat jelas di Jepang. Selain itu, penduduk Jepang bagian timur. Terutama Tokyo dan sekitarnya, secara historis jauh lebih terbiasa dengannatto dibandingkan penduduk Jepang bagian barat seperti Osaka dan Kyoto. Perbedaan budaya ini masih terasa hingga hari ini dan sering menjadi bahan lelucon ringan di antara orang Jepang sendiri.
Kandungan Gizi Natto yang Luar Biasa
Natto adalah salah satu makanan paling bergizi yang pernah ada. Dalam satu porsi kecil natto, terkandung nilai gizi yang sulit ditandingi oleh makanan lain manapun.
- Protein berkualitas tinggi dari kedelai yang sudah diurai oleh proses peragian menjadi lebih mudah diserap tubuh
- Vitamin K2 dalam jumlah yang sangat tinggi, jauh lebih tinggi dari makanan lain manapun, yang penting untuk kesehatan tulang dan jantung
- Nattokinase, enzim unik yang hanya ditemukan dalam natto dan terbukti membantu melarutkan gumpalan darah secara alami
- Probiotik dari Bacillus subtilis yang hidup dan aktif untuk mendukung kesehatan saluran cerna yang optimal
- Zat besi, kalsium, magnesium, dan berbagai mineral penting lainnya dalam jumlah yang signifikan
- Serat larut dan tidak larut yang membantu pencernaan dan memberikan rasa kenyang lebih lama
Nattokinase: Enzim yang Membuat Ilmuwan Tertarik
Nattokinase adalah enzim yang pertama kali ditemukan oleh peneliti Jepang pada tahun 1980-an dan sejak saat itu menjadi subjek penelitian yang intensif. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa enzim ini memiliki kemampuan untuk memecah fibrin, protein yang membentuk gumpalan darah. Oleh karena itu, konsumsi natto secara rutin dihipotesiskan dapat membantu mencegah kondisi seperti thrombosis dan penyakit kardiovaskular tertentu.
Cara Menikmati Natto dengan Benar
Bagi pemula yang ingin mencoba natto untuk pertama kalinya, ada beberapa cara yang bisa membuat pengalaman pertama lebih menyenangkan.
- Buka kemasan natto dan ambil sachet saus shoyu kecil dan mustard yang biasanya sudah disertakan di dalam kemasan.
- Aduk natto dengan kuat menggunakan sumpit sebanyak 50 hingga 100 kali. Semakin banyak diaduk, semakin banyak benang yang terbentuk dan semakin creamy teksturnya. Pengadukan yang banyak juga diyakini meningkatkan aktivitas nattokinase.
- Tambahkan saus shoyu dan mustard secukupnya. Aduk kembali hingga rata.
- Tuangkan di atas nasi putih hangat dan tambahkan topping pilihan seperti daun bawang iris, kuning telur, atau nori iris.
- Untuk pemula yang belum terbiasa dengan aroma tajamnya, coba tambahkan sedikit kecap asin ekstra dan bawang putih cincang untuk menutupi aroma tajam yang mungkin mengganggu di awal.
Mengatasi Tantangan Rasa dan Aroma
Bagi sebagian orang, rintangan terbesar dalam menikmati natto adalah aromanya yang kuat dan teksturnya yang tidak biasa. Namun ada cara yang sudah terbukti membantu pemula menyesuaikan diri.
Pertama, mulailah dengan nasi yang banyak dan natto yang sedikit agar rasa natto tidak terlalu dominan. Selain itu, mencampurnya dengan kimchi, irisan mentimun, atau topping lain yang memiliki rasa kuat sendiri bisa membantu mengalihkan perhatian dari aroma yang mungkin belum familiar. Selain itu, beberapa orang menemukan bahwa natto yang dimakan dalam kondisi dingin langsung dari kulkas memiliki aroma yang sedikit lebih ringan dari yang sudah berada di suhu ruang.
Natto di Indonesia: Masih Langka namun Mulai Dicari
Di Indonesia, natto masih tergolong sangat langka dan hanya bisa ditemukan di supermarket Jepang tertentu di kota-kota besar. Namun seiring semakin banyaknya orang Indonesia yang tertarik pada gaya hidup sehat berbasis pangan fermentasi. Permintaan terhadap natto perlahan mulai meningkat.
Beberapa komunitas kesehatan dan pecinta kuliner Jepang di Indonesia bahkan sudah mulai membuat natto sendiri di rumah menggunakan starter natto yang bisa dipesan secara daring. Membuktikan bahwa rasa penasaran terhadap makanan ini terus tumbuh.
Penutup: Natto, Pengingat bahwa yang Paling Bermanfaat Tidak Selalu yang Paling Mudah Diterima
Natto adalah metafora hidup yang sangat tepat. Pada pandangan dan penciuman pertama, ia tampak asing, menantang, dan sulit diterima. Namun bagi mereka yang mau bersabar dan memberi diri mereka sendiri kesempatan untuk mengenalnya. Natto mengungkapkan dirinya sebagai salah satu hadiah terbesar dari tradisi kuliner fermentasi dunia.
Selain itu, natto mengajarkan bahwa nilai sejati sesuatu tidak selalu terlihat di permukaan dan tidak selalu langsung bisa dirasakan. Kadang, yang paling berharga justru membutuhkan sedikit keberanian dan keterbukaan untuk bisa dinikmati sepenuhnya.
Oleh karena itu, jika suatu hari ada kesempatan untuk mencoba natto, jangan menyerah sebelum mencoba. Karena di balik aroma tajam dan tekstur yang tidak biasa itu. Tersimpan salah satu warisan kuliner paling berharga yang pernah lahir dari tradisi fermentasi manusia.
Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Food
Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti: Pisang Epe: Jajanan Legendaris arena303 di Makassar yang Manis dan Khas
